Berita

Pemkot Malang Terima Kunker Pemkab Karangasem

▪︎ Rajut Kembali Jejak Sejarah

▪︎ KOTA MALANG – POSMONEWS.COM,-
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem, Bali, di Balai Kota Malang, Kamis (5/2/2026).

Rombongan Pemkab Karangasem yang dipimpin oleh Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa ini diterima oleh Wakil Wali Kota Malang Ali Muthoirin bersama jajaran terkait.

Wawali Ali Muthohirin dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya dan menilai pertemuan ini memiliki makna historis yang mendalam, tidak hanya secara kelembagaan tetapi juga kultural.

“Tentu kami merasa sangat berbahagia dan senang atas kunjungan Bapak Wakil Bupati bersama jajaran di Kota Malang. Beberapa hari yang lalu kami sempat berkomunikasi melalui telepon, dan kami semakin yakin bahwa Bapak Wakil Bupati adalah sosok yang luar biasa. Apalagi setelah kami mengetahui bahwa beliau masih memiliki garis keturunan Mbah Purwo,” ujar Ali Muthohirin.

Ia menjelaskan, figur Mbah Purwo memiliki posisi penting dalam sejarah Kota Malang. Keberadaan Museum Mbah Purwo di Kecamatan Lowokwaru menjadi salah satu penanda kuat keterkaitan sejarah tersebut, termasuk hubungannya dengan kisah Ken Dedes dan perjalanan kerajaan di masa lalu.

“Sejarah ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan Kota Malang. Bahkan ketika kami melakukan presentasi di Kementerian Ekonomi Kreatif, muncul pertanyaan mengapa Kota Malang memiliki talenta yang begitu besar. Salah satu jawabannya tidak lepas dari fondasi sejarah dan figur seperti Mbah Purwo,” ungkapnya.

Wawali Ali menambahkan, pengakuan internasional sebagai Kota Kreatif Dunia bidang Media Arts menjadi capaian sekaligus tanggung jawab besar bagi Kota Malang. Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang membentuk kekuatan tersebut, yakni talenta masyarakat, fondasi sejarah dan filosofi yang kuat, serta perkembangan teknologi yang pesat.

“Ketiga unsur ini kami kelola secara seimbang, termasuk melalui penguatan peran pokdarwis yang hampir merata di seluruh kelurahan dengan karakteristik masing-masing. Inilah kebanggaan Kota Malang. Meskipun wilayahnya relatif kecil, namun aktivitas penduduknya sangat dinamis,” jelasnya.

Sementara itu, Wabup Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini dilatarbelakangi oleh upaya menelusuri jejak leluhur masyarakat Bali yang salah satunya berasal dari trah Singosari. Menurutnya, keterkaitan sejarah antara wilayah Singosari di Malang dengan perjalanan leluhur masyarakat Bali menjadi benang merah penting yang ingin dirajut kembali.

“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan syukur dan terima kasih karena diberikan waktu dan kesempatan untuk bertemu dengan pemimpin Kota Malang. Rasa terima kasih ini tidak dapat terungkapkan dengan kata-kata,” tuturnya.

Dalam rangkaian kunjungan ini, rombongan Wakil Bupati Karangasem juga mengunjungi Sumur Windu yang berada di Kampung Budaya Polowijen, yang diyakini memiliki keterkaitan dengan jejak sejarah trah Singosari. Meski demikian, Pandu menegaskan bahwa penelusuran sejarah tersebut perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kami juga berkesempatan mengunjungi Sumur Windu, sebuah tempat yang diyakini memiliki kaitan sejarah dengan leluhur kami. Terlepas dari benar atau tidaknya keyakinan tersebut, yang terpenting kami datang dengan niat menelusuri dan menghormati sejarah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pandu menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga dan melestarikan situs bersejarah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama lintas daerah dan generasi.

“Atas nama Pemerintah Bali, khususnya Kabupaten Karangasem dan keluarga besar kami, kami menitipkan harapan agar Sumur Windu ke depan dapat ditelusuri dan dijaga dengan baik. Tempat tersebut merupakan jejak sejarah leluhur kami dan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia,” pungkasnya.▪︎ (iu/AHM)

 

Related Articles

Back to top button