Wujudkan Lingkungan Sehat, Bupati Malang Resmikan Program Bersih Indonesia
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Dalam rangka mewujudkan lingkungan Kabupaten Malang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M. M., Peresmian Program Bersih Indonesia, di Peringgitan Pendopo Malang, Selasa (10/6) sore.
Hadir pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang serta Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Fice Presiden Global Programmes and Corcularity AEPW beserta Jajaran, Pimpinan dan Jajaran Direksi PT. Sejahtera Bersih Sampah Plastik.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyambut baik sekaligus menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kontribusi dan partisipasi dari seluruh pihak, sehingga kegiatan Peresmian Program Bersih Indonesia pada hari ini dapat kita laksanakan dengan baik,” ungkap Bupati Malang.
Peluncuran layanan persampahan batch 2 kerja sama program bersih Indonesia (BI) tahun ini memberikan bantuan berupa 2 unit kendaraan pick up, 24 unit kendaraan roda 3, 12.000 unit tempat sampah rumah tangga, 200 unit tempat sampah non-rumah tangga, serta 2 paket alat pelindung diri dan sejenisnya.
Program yang diluncurkan hari ini tentu akan memberikan manfaat bagi satu juta penduduk dengan layanan pengolahan sampah yang lebih unggul.
Mengingat, Kabupaten Malang sebagai salah satu wilayah yang kaya akan sumber daya alam dan potensi wisata, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian lingkungan, termasuk pengelolaan sampah secara terpadu dan partisipatif.
Oleh karena itu, program ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk mewujudkan lingkungan Kabupaten Malang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui Program Bersih Indonesia ini kita ingin mengubah paradigma pengelolaan sampah dari “kumpul-angkut-buang” menjadi pengelolaan yang berbasis pada pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, daur ulang, serta keterlibatan aktif masyarakat.
“Nanti, semuanya bersama-sama untul menyelesaikan problem sampah di Kabupaten Malang khususnya yang sudah menimbun di 3 TPA yaitu di Talangagung, Paras dan di Randuagung. Kita akan selesaikan dengan cara di daur ulang, yang termasuk sampah organik kita bikin pupuk organik. Saya akan bekerja sama dengan Pangdivif 2 Kostrad dan Universitas Brawijaya untuk bersama-sama menangani persampahan ini dan juga di bantu oleh AEPW,” tuturnya.
Kepada desa-desa yang menjadi lokasi uji coba, Bupati Malang berharap agar dapat menyukseskan program ini dengan baik, sehingga ke depannya dapat menjadi inspirasi dan role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Malang.
Jadikan ini sebagai momentum untuk membangun budaya baru yakni budaya bersih, budaya peduli, dan budaya gotong royong. Dengan pendekatan berbasis desa ini, kami semua berharap seluruh elemen masyarakat mampu menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah yang terpadu.▪︎(AHM/Day)
