Kendala Proyek Tol Probowangi di Situbondo dan Probolinggo
▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Proyek pembangunan Jalan Tol
Probolinggo – Banyuwangi (Probowangi) yang menghubungkan Probolinggo dan Banyuwangi, merupakan bagian terakhir dari jaringan tol Trans Jawa. Namun ada kendala di wilayah Situbondo dan Probolinggo.
Proyek ini diharapkan membawa optimisme baru bagi wilayah sekitarnya dengan memperbaiki konektivitas antar kota serta menjadi katalis utama dalam mendorong investasi dan menggerakkan ekonomi lokal.
Dilansir dari kanal Youtube saat ini, proyek jalan tol Probolinggo – Banyuwangi masih berada pada tahap pertama, yang membentang dari Gending hingga Besuki sepanjang 49,7 km.
Pekerjaan ini dibagi menjadi tiga seksi, dengan target penyelesaian yang jelas, seksi 1 dari Gending hingga Kraksaan dengan panjang 12,88 km ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024.
Seksi 2 dari Kraksaan hingga Paiton sepanjang 11,20 km ditargetkan selesai pada awal 2025, dan seksi 3 dari Paiton hingga Besuki sepanjang 25,60 km ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.
Setelah tahap pertama selesai, PT Jasa Marga Probolinggo – Banyuwangi akan melanjutkan pembangunan tahap kedua, yang mencakup empat seksi tambahan sepanjang 125,72 km hingga Banyuwangi.
▪︎Kendala Proyek Probowangi
Dua tantangan besar dihadapi dalam pembangunan Jalan Tol Probowangi. Kendati disebut-sebut akan menjadi tol terindah di Jawa, tetapi tantangan dalam pembangunan tol ini tetap ada. Bahkan hingga pembangunannya saat ini, tantangan dalam pembangunan tol Probowangi masih dijumpai.
Dibangun mulai dari Kabupaten Probolinggo sampai Situbondo, berikut adalah tantangan utama proyek tol Probowangi.
1. Pembebasan lahan
Tantangan terbesar adalah pembebasan lahan, yang sering kali menjadi hambatan dalam proyek infrastruktur berskala besar, tidak terkecuali tol Probowangi.
Beberapa warga dalam prosesnya masih ada yang mempersoalkan harga ganti rugi yang sesuai dengan nilai lahan mereka.
2. Kondisi Wilayah
Kemudian, kondisi geografis atau wilayah yang cukup menantang di beberapa wilayah misalnya kawasan perbukitan di perbatasan Situbondo dan Banyuwangi.
Kondisi tersebutlah yang membuat teknik konstruksi yang lebih kompleks diperlukan untuk memastikan keamanan dan kualitas jalan tol.
3. Keadaan Cuaca
Selanjutnya adalah faktor cuaca dan kondisi alam, seperti curah hujan tinggi di beberapa daerah, ini juga menjadi kendala tersendiri yang dapat menghambat proses pengerjaan proyek.
Di balik sederet tantangan tersebut, tol Probowangi tetap ditargetkan rampung pada bulan November 2025.▪︎(FEND)



