Bertuah Buruk Wajib Dilarung

50 dibaca

Sebilah pusaka betuah buruk dan harus dilarung ke laut lepas. Dengan harapan agar tuah yang menempel pada tosan aji tersebut tak terus menyerang pemiliknya. Pusaka itu bernama pegat waja. Pusaka pegat waja  terbilang langka, lantaran sawabnya yang tak membawa kebaikan bagi pemiliknya.

Tosan aji memang banyak ragam dan jenisnya. Ada tombak, pedang dan juga pusaka atau keris. Dan keris sendiri,  terbagi menjadi beberapa bagian. Ada keris ageman yang  digunakan untuk asesories juga ada pusaka yang dipercaya miliki tuah yang cukup ampuh, sehingga keberadannya selalu dicari.
Nah, dari sekian banyak tosanaji, salah satunya ada yang bernama pusaka Pegat waja. Pegat waja  merupakan istilah yang digunakan untuk mentasbihkan  dari  keadaan sebilah keris yang wujudnya tidak wutuh, diantaranya retak pada sisi tajam bilahnya. Cacat pada tosan  aji ini sama persis dengan keadaan kayu lapis yang sering terkena hujan dan kepanasan, sehingga lepas pada lapisan-lapisannya.
Lantaran  wujudnya yang tidak sempurna, pegat waja digolongkan sebagai keris yang cacat sehingga tak disuka oleh  sebagain besar  pecinta keris. Ketidak sempurnaan dari pusaka ini pastinya bukan faktor kesengajaan, dalam arti sengaja dibuat salah oleh sang empu. Akan tetapi kecatatan pada pusaka itu lebih dikarfenakan karena proses alam.

Bersuhu Rendah
Tampilan dari keris pegat waja yang tak sempurna,   biasanya terjadi karena tidak menempelnya dengan sempurna  antara saton dan lapisan baja yang menjadi inti keris. Ini terjadi karena pada saat penempaan suhunyakurangtinggi.
Pemerhati tosan aji menyebut, keris pegat waja dinilai bertuah buruk. Orang yang memiliki atau ketempatan keris atau tosan aji semacam itu, akan mudah mengalami kesalah paham, mudah curiga dan mudah silang sengketa dengan orang lain, termasuk dengan keluarga. Karenanya keris yang cacat semacam ini  agar tak membawa musibah pemiliknya jalan satu-satunya  adalah dengan di larung,atau dibuang.
Larung dapat diartikan membuang dengan cara menghanyutkan ke sungai  atau ke laut lepas. Setiap keris yang akan dilarung terlebih  dulu dibersihkan, kemudian keris dibungkus dengan kain mori  bersama kembang telon dan secuil kemenyan. Keris itu lalu dihanyutkan di tengah sungai atau di laut lepas. Pegat waja juga disebut pancal pamor, tetapi cacat itu berbeda dengan pamor yang nglokop. Pada keris pegat waja yang lepas adalah saton dan inti bajanya. Sedangkan pada pamor nglokop yang lepas adalah bahan pamor dan besi pengikatnya. Zuly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here