Akhirnya Rumah “Doyong” Mbok Siti Yulianah Dibongkar
▪︎Biaya Utangan, Berharap Uluran Dermawan
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Karena dirasa membahayakan penghuninya dan tetangga sebelah rumah, akhirnya dengan terpaksa rumah doyong dan hampir roboh milik Mbok Siti Juliana dibongkar dan direnovasi seadanya.
Menurut Sugeng, RW setempat saat dihubungi posmonews.com by phone, dengan kondisi darurat akhirnya rumah Mbok Siti dibongkar, Jumat (21/7/2023) pagi.
“Ini inisiatif sendiri dan keluarga meski dengan biaya utang. Karena berharap bantuan ya meski ada prosesnya. Biar nanti kalo ada ya untuk kelanjutannya. Sekarang biar bisa ditempati dulu dengan sesdanya,” kata Sugeng.
Seperti diberitakan sebelumya, nasib Bu Siti Yuliana, janda 55 tahun di Kampung Gg.Podang RT.3/ RW 2, Karangkembang, Kec. Babat, Kan. Lamongan ini cukup memprihatinkan. Di usianya yang menjelang senja, wanita tua ini harus pasrah tinggal di rumah yang tidak layak huni dan “doyong” atau hampir roboh.
Rumah yang sudah puluhan tahun ditempati Mak Siti bersama seorang anaknya yang kini masih bersekolah di salah satu SMK di Babat ini pun nyaris tumbang karena sudah lapuk dan termakan usia.
Nestapa Mak Siti Yulianah ini dituturkan oleh Sugeng, tetangga dekatnya yang juga seorang RW di kampung tersebut pada posmonews.com lewat foto, video dan pemaparan langsung by phone. Perihal banyak bagian bangunan rumah yang sudah lapuk dan berpotensi besar bakal ambruk.
Pada bagian dinding ruang tamu saja, hampir seluruhnya rapuh sehingga isi rumah dapat terlihat jelas dari luar. Begitu pula dinding depan rumah yang sudah mulai bergerak, doyong (miring).
Bagian atap rumah juga sangat memprihatinkan, dengan beberapa genteng yang mulai berjatuhan ke bawah. Dari luar rumah nampak jelas bagian atap yang condong itu sangat membahayakan rumah di sampingnya jika ambruk.
“Bangunannya masih dari bambu, namun sudah lapuk dan kondisinya sudah miring. Konon kalau hujan juga bocor di mana-mana,” kata pria ini.
Sugeng pun menceritakan bahwa Mbok Siti tergolong warga miskin, kerjanya hanya setabutan pembantu rumah tangga, itupun hanya “rok-rok asem” (kadang kerja kadang menganggur). Janda yang ditinggal mati suaminya puluhan tahun silam itu ternyata tak pernah mendapat bantuan pemerintah untuk perbaikan rumah melalui program bedah rumah, rutilahu, dll.▪︎[DANAR SP]


