Gubernur Khofifah Kunjungi Banjir Lamongan. Ini Solusi yang Dijalankan
▪︎Butuh Dana 65 M, Pemprov dan Pemkab Patungan
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sidak warga yang terdampak bencana banjir karena luberan Bengawan Njero, di wilayah Desa Pujut, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Jumat (24/2/2023), sore.
Dalam kunjungannya itu, Khofifah menyebut penanganan banjir akibat luapan Sungai Bengawan Njero di Lamongan dibutuhkan dana sebesar Rp. 65 miliar.
Untuk itulah Pemrov dan pemkab akan bersinergi dan melakukan patungan dalam menangani banjir di Lamongan tersebut. Akan disepakati, Pemprov dan Pemkab Akan Patungan untuk Tangani Banjir di Lamongan.
Menurut Khofifah, dana Rp. 65 miliar tersebut nantinya tidak hanya dibebankan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Pemprov Jatim juga akan ikut membantu membiayai penanganan banjir tersebut.
“Hasil diskusi kami dengan tim teknis untuk penanganan banjir di Lamongan ini kita butuh sekitar Rp. 65 miliar, dan dari Rp. 65 itu kita akan bagi sepertiga anggaran dari Pemkab dua per tiga dari Pemprov,” kata Khofifah.
Sejauh itu, masih menurut Khofifah, bahwa penanganan banjir Lamongan ini pernah diusulkan ke Kementerian PURP tapi belum terealisasi.
Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim tiga tahun yang lalu juga pernah mengusulkan kepada Kementerian PURP agar penanganan banjir di Lamongan diprioritaskan. Sebab, banjir di sini bisa berlangsung hingga berbulan-bulan. Namun, usulan tersebut tak kunjung terealisasi.
“Sudah kita usulkan ke Kementerian PURP karena ini juga wewenang pusat dan tiga tahun lalu juga sudah usulkan karena banjir di sini bisa menggenangi hingga berbulan bulan oleh karena itu harus dicarikan solusinya,” jelas Khofifah.
Mengunjugi warga yang terdampak bencana banjir di Dusun Pujut Desa Sidomulyo Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan, Jumat (24/2) sore, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai berdiskusi bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta tim BBWS menyebut terdapat solusi penanganan banjir di Lamongan yakni dengan memperbarui pintu air Kuro.
Masih menurut Khofifah, pembangun pintu air Kuro yang cukup signifikan ini membutuhkan dana sebesar Rp 65 Milyar. Nantinya biaya ini tidak hanya dibebankan pada Pemkab Lamongan, namun Pemprov Jatim juga bergotong royong, membantu membiayai penanganan banjir di Lamongan.
Dari pantauan media, dalam kunjungan ini selain melakukan diskusi, dalam kesempatan itu, Khofifah juga berdialog dengan warga korban banjir dan menyerahkan bantuan berupa 600 paket sembako, 60 paket sandang, 10 paket kebersihan keluarga, 2000 lembar glangsing, 15 lembar terpal, 8 karton popok bayi, 30 pcs jumbo bag dan 25 pcs tikar yang kemudian mengunjungi sluis kuro dengan didampingi Bupati Yes bersama jajaran Pemkab Lamongan.
Sesuai data per tanggal 20 Februari 2023, kawasan yang terdampak banjir di Kecamatan Deket yakni di Desa Weduni sebanyak 262 rumah, Desa Tukkerto 275 rumah, Desa Sidomulyo 540 rumah, Desa Laladan 450 rumah, Desa Dinoyo 55 rumah dan Desa Babatagung 15 rumah.*DANAR/ARIFIN*
