Berita Utama

Jembatan Gantung Gladak Lumajang Perak Dibongkar

▪︎Bakal Dialihkan di Tempat Lain

▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Jembatan gantung Gladak Perak di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dibongkar.

Proses pembongkaran jembatan masih berlangsung. Badan jembatan di bagian tengah sudah mulai dilepaskan dari tali yang menyangga jembatan gantung.

Seperti diketahui Jembatan Gantung Gladak Perak dibangun pada 2022. Jembatan ini menjadi alternatif lalu lintas penghubung Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo, setelah Jembatan Gladak Perak roboh diterjang erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021.

Menurut warga pembongkaran jembatan gantung sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu. Namun, ia mengaku tidak mengetahui apa alasan pembongkaran jembatan gantung.

“Jembatan sudah dibongkar, masih dapat separuh, sudah semingguan ini sepertinya,” kata Titik warga Pronojiwo, Lumajang.

Sementara itu Sekretaris Camat Candipuro, Akhmad Khariri, menyampaikan bahwa jembatan gantung hanya digunakan saat proses pembangunan jembatan utama Besuk Kobokan.

Setelah jembatan utama bisa dilalui, jembatan gantung itu pun ditutup dan akhirnya dibongkar.

“Betul, pembongkaran jembatan gantung Gladak Perak sudah dilakukan,” ungkap Khariri.

Lebih jauh Khariri menjelaskan, jembatan gantung rencananya akan dialihkan penggunaannya ke tempat lain, yang saat ini sedang membutuhkan. Namun, ia mengaku tidak tahu ke mana jembatan gantung itu akan dipindahkan.

“Kalau dibongkar terus disimpan, akan memakan banyak tempat. Makanya dibiarkan tetap terpasang di atas aliran sungai Besuk Kobokan,” jelasnya.

Humas Dinas Pekerjaan Umun dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang, Subowo, mengatakan tidak mengetahui perihal pembongkaran jembatan gantung.

Sejauh ini, kata Bowo, tidak ada pemberitahuan perihal pembongkaran jembatan gantung serta alasan yang diterima oleh DPUTR.

“Apa betul dibongkar? Saya baru dengar. Tidak ada (pemberitahuan), nanti saya cek ya,” kata Subowo.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lumajang, Puguh Budi Laswono, juga mengaku tidak mengetahui perihal pembongkaran tersebut.

Menurutnya, jembatan gantung merupakan aset milik Pemerintah Pusat. Perihal rencana setelah pembongkaran, Puguh menyatakan belum mengetahui apakah hendak dipindah ke tempat lain atau hanya dibongkar saja.

“Kami tidak tahu, itu aset Pemerintah Pusat, sejauh ini tidak ada pemberitahuan kepada kami,” jelasnya.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button