Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Serang Ribuan Sapi di Malang

▪︎MALANG-POSMONEWS.COM,-
Belasan ribu ekor ternak sapi baik sapi penggemukan maupun sapi penghasil susu (sapi perah) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK).
Paling banyak wabah PMK mewabah di Malang Barat, meliputi Kecamatan Pujon, Ngantang dan Kasembon.
“Khususnya sapi penghasil susu sudah belasan yang mati ada juga yang tidak dilaporkan, dalam mati sapi tersebut oleh peternak,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Saiful Efendi,
di ruang kerjanya.
Saiful Efendi mengatakan, berdasar data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemerintahan Kabupaten Malang, untuk wilayah Malang Barat terdapat kurang lebih 12.000 ekor hewan ternak dipastikan terpapar PMK belum di kecamatan lain termasuk Poncokusumo, Jabung dan lainnya.
Menurut Saiful Efendi, pihaknya menyeriusi penanganan wabah PMK ini. Benar ada vaksin yang sekarang 1000 dari provinsi dan dari Kementrian juga ada 3 juta vaksin untuk Jawa Timur 1 juta vaksin PMK.
“Pemerintah Kabupaten Malang memberikan perhatian penuh terhadap wabah PMK ini. Karena yang terdampak adalah para peternak yang mengandalkan pendapatannya dari hewan ternak seperti susu sapi, untuk Pujon, Kasembon dan Ngantang dan tergabung dalam Kop SAE ada bantuan tiap satu ekor sapi Rp. 2,5 juta sampai Rp 3 juta, berbentuk anak sapi perah. Karena populasi sapi perah Kop SAE itu sekitar 21.000 ekor dengan anggota 9.500,” jelasnya.
“Setidaknya vaksin dari pemerintah pusat sudah keluar, besar harapan bisa dikonsentrasikan di Kabupaten Malang, karena sapi perah harganya sama dengan mobil,” kata Saiful Efendi.
Dia juga menyebutkan, Pemkab Malang juga sudah menyiapkan BTT atau Belanja Tidak Terduga untuk menangani wabah PMK di Kabupaten Malang.
**(ade/zah/ahm)