Bupati Sidoarjo: Kita Fokus Jalan Betonisasi Gunakan Program CSR
▪︎ Perbaikan Ruas Jalur Kendaraan Over Tonase

▪︎ SIDOARJO – POSMONEWS.com,-Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, penanganan infrastruktur jalan di berbagai wilayah terutama jalur-jalur kendaraan bertonase besar yang menjadi penyebab kerusakan jalan tersebut.
Hal itu diungkapkan Bupati Sidoarjo, Subandi, bahwa pihalnya sekarang ini masih fokus terhadap perbaikan infrastruktur jalan.
Bupati Subandi mengatakan, seluruh anggaran perawatan jalan tahun 2026 telah berjalan. Selanjutnya, Pemkab fokus pada program betonisasi.
“Kalau progres persoalan jalan, anggaran kita untuk perawatan jalan semua sudah selesai. Tinggal kita betonisasi,” kata Subandi, kepada wartawan, kemarin.
Pemkab Sidoarjo juga berkolaborasi dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mengoptimalkan pemeliharaan infrastruktur jalan.
“Kemarin ada CSR Rp 600 juta dari Delta Artha. Ini kita gunakan,” tegas Subandi.
Bupati Subandi memaparkan, proyek fisik infrastruktur jalan dengan kolaborasi CSR tersebut rencananya mulai diluncurkan pada akhir Juni 2026.
Menurut Bupati Subandi, pihaknya ingin proses pengerjaan proyek dilakukan lebih terbuka dan memberi ruang bagi kontraktor yang ada di Sidoarjo.
“Minimal kontraktor ini bisa kerja semua. Kedua, sudah tidak ada lagi yang bermain bendera-bendera, pinjam bendera dan apa. Kita datangkan semuanya CV-nya, kita akan melihat. Setelah itu akan kita koreksi CV-CV ini yang kita kasih kerjaan bagus atau tidak,” tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Makhmud, menjelaskan kerusakan jalan tidak hanya dipicu faktor cuaca, tetapi juga kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jalan.
“Memang tonase yang lewat di Sidoarjo juga sudah melebihi semua,” kata Makhmud.
Karena itu, Pemkab Sidoarjo juga mengajukan perubahan kelas jalan ke pemerintah provinsi dan pusat. Seperti di ruas Lingkar Timur hingga Sukodono-Gedangan.
“Kelas jalan ini sudah kita ajukan saat ini di Gubernur Jatim. Baru nanti penertibannya bagaimana nanti, setelah SK turun,” ujarnya.
Menurut Makhmud, faktor lain adalah usia aspal juga turut mempengaruhi kondisi jalan di Sidoarjo. Pemkab berharap overlay jalan bisa dilakukan bertahap mulai 2027 mendatang. Saat ini, perbaikan jalan dilakukan setiap hari melalui lima satgas. Total ada 92 ruas jalan yang ditangani.
“Kalau yang kontraktual itu sudah 42. Yang satgas itu kurang lebih 50 ruas. Total 92 ruas yang kita kerjakan,” tutup Makhmud.▪︎(FEND)

