BBPJN Jatim–Bali Mulai Proyek Perbaikan Jembatan Bokwedi di Kota Pasuruan
▪︎ Imbasnya Jalan Nasional Bugul Kidul Pasuruan Ditutup

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali memastikan menutup ruas jalan nasional Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur, imbas dari proyek perbaikan Jembatan Bokwedi.
Penutupan ini dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi yang dijadwalkan mulai Senin, 6 April 2026, lusa.
Kepastian tersebut diperoleh setelah rapat koordinasi lintas instansi yang membahas skema rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung. Dalam rapat itu disepakati bahwa penutupan dilakukan pada ruas strategis yang selama ini menjadi jalur utama penghubung Surabaya–Probolinggo.
Kepala Satuan Kerja PJN III Jawa Timur, Deny Purwa Indarsa, mengatakan proyek perbaikan jembatan sebelumnya sempat tertunda karena mempertimbangkan tingginya mobilitas masyarakat.
“Pekerjaan harus segera dimulai agar target penyelesaian tidak mundur lagi. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,” ujarnya melalui keterangan pers.
Menurut Deny, percepatan pelaksanaan kini menjadi prioritas agar proyek tidak kembali bergeser hingga akhir 2026. BBPJN Jatim–Bali kata dia, akan menangani aspek teknis konstruksi, mulai dari perencanaan hingga pengendalian pekerjaan di lapangan.
Sementara itu, pengaturan lalu lintas selama penutupan dilakukan oleh Dinas Perhubungan dengan dukungan pengamanan dari kepolisian. PT Jasa Marga juga dilibatkan untuk menyiapkan jalur alternatif, terutama melalui akses jalan tol.
Rekayasa lalu lintas yang disiapkan antara lain pengalihan kendaraan dari arah Surabaya melalui Simpang Karangketug menuju Jalan Gatot Subroto, kemudian ke Jalan Urip Sumoharjo hingga masuk Tol Sutojayan.
Sedangkan kendaraan dari arah Probolinggo akan dialihkan melalui Jalan Tol Grati, Blandongan, Bulu, Purutrejo, hingga Kebonagung.
Selain itu, rapat juga menyepakati penutupan total Jalan Ir Juanda selama proyek berlangsung sebagai bagian dari area terdampak langsung pekerjaan jembatan.
Sedangkan sosialisasi kepada masyarakat sudah berlangsung sejak Jumat, 3 April 2026 lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengguna jalan mengetahui perubahan arus lalu lintas dan dapat menyesuaikan perjalanan.
BBPJN Jatim–Bali menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna memastikan proyek berjalan lancar serta meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat di kawasan Pasuruan dan sekitarnya.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait guna memastikan proyek berjalan lancar serta meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat di kawasan Pasuruan dan sekitarnya,” tutupnya.
Dalam rapat juga menyepakati penutupan total Jalan Ir. Juanda selama proyek berlangsung. Sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan pekerjaan.
BBPJN Jatim-Bali menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi guna memastikan proyek berjalan lancar serta meminimalisir dampak terhadap mobilitas masyarakat.▪︎ (FEND)




