Dinas PU Bina Marga Jatim dan UPT PJJ Kediri Rakor Arus Mudik

▪︎KEDIRI – POSMONEWS.com,-
Puncak arus mudik Lebaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Kediri menggelar rapat koordinasi bersama Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kesiapan jalur Lebaran pada ruas jalan provinsi di wilayah kerjanya.
Rakor ini bertujuan memastikan kondisi jalan provinsi tetap mantap serta mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Dalam kesempatan tersebut, UPT PJJ Kediri menyampaikan sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan, di antaranya peningkatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan serta pelaksanaan pemeliharaan jalan secara intensif.
Kepala UPT PJJ Kediri, Ir. Ari Setijorini, S.T., M.T, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya perbaikan serta pemantauan kondisi jalan untuk memastikan jalur utama Lebaran dalam kondisi baik.
“Kami memastikan kesiapan menyeluruh jalur utama Lebaran dalam kondisi mantap dan minim kerusakan. Perbaikan ruas jalan terus dilakukan, serta Tim URC (Unit Reaksi Cepat) disiagakan untuk menangani keluhan maupun kendala di jalan yang berada di bawah kewenangan provinsi melalui survei kondisi jalan dan layanan call center,” ujarnya.
Selain itu, UPT PJJ Kediri juga akan menghentikan sementara pekerjaan fisik jalan mulai H-10 Lebaran guna menghindari potensi gangguan terhadap kelancaran arus mudik.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, UPT PJJ Kediri juga menyiapkan posko Lebaran yang dilengkapi Tim URC di beberapa wilayah kerja, yaitu Wilayah I (Kabupaten/Kota Kediri), Wilayah II (Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten/Kota Blitar), serta Wilayah III (Kabupaten Nganjuk).
Sejumlah alat berat dalam kondisi prima turut disiagakan di masing-masing posko guna mendukung penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Disamping itu, pemasangan rambu peringatan di sejumlah titik ruas jalan juga telah dilakukan. Ketersediaan material penanganan darurat juga disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila dibutuhkan sewaktu-waktu.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Khusnul Arif, S.Sos, mengapresiasi sejumlah langkah yang telah dilaksanakan UPT PJJ Kediri. Menurutnya, pengelolaan arus mudik harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperkuat koordinasi antarinstansi.
“Pengelolaan arus mudik tidak dapat dilakukan secara parsial. Perlu koordinasi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah pusat agar jalur mudik Lebaran dapat berfungsi secara optimal,” ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman. Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPT P3LLAJ Kediri beserta jajaran, anggota DPRD Komisi D, Sekretaris Dewan, Kepala Seksi Pemeliharaan, Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Kediri, Kasubag TU UPT PJJ Kediri, serta PPK Wilayah I, II, dan III UPT PJJ Kediri.▪︎ (FEND)
