KEMENTERIAN PU SIAP BANTU NORMALISASI KALI LAMONG
▪︎ Menteri PU dan Sekdaprov Jatim Bahas Normalisasi Kali Lamong

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menggelar pertemuan dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Timur, kemarin.
Kedatangan Menteri Dody bertujuan memastikan dukungan penuh Kementerian PU dalam pembangunan Jawa Timur. Menteri Dody menyatakan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi.
“Saya sudah lama nggak silaturahmi dengan Pak Adhy, terakhir saat beliau Penjabat (Pj) Gubernur Jatim,” kata Menteri Dody.
Menteri PU menambahkan, ada beberapa hal yang diskusikan, apa yang bisa dibantu untuk memperkuat Jatim, ada saran dari Sekda seperti Kali Lamong.
Kementerian PU akan memberikan dukungan untuk normalisasi Kali Lamong dan beberapa lokasi lainnya.
“Nanti akan kita support Kali Lamong dan beberapa tempat lain,” tambah Menteri Dody.
Koordinasi lanjutan akan dilakukan Kepala Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) dan Kepala Balai Sungai di Jawa Timur. Balai Sungai Bengawan Solo akan berkoordinasi dengan dinas terkait di Jawa Timur.
“Ada beberapa titik tadi kita bincangkan namun belum detail sekali, nanti akan dilanjutkan oleh Kepala Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) saya di Jawa Timur dan Kepala Balai Sungai,” jelasnya.
Menteri Dody secara spesifik menyoroti pentingnya normalisasi Kali Lamong. Kementerian PU akan membantu dalam normalisasi termasuk pembangunan pintu air.
“Tadi sudah dibicarakan di awal soal Kali Lamong. Tapi kepala balainya di Bengawan Solo ya, air Bengawan Solo tadi sudah saya telepon untuk koordinasi dinas terkait,” ungkapnya.
Nanti, lanjut Menteri Dody, peran Kementerian PU itu soal pintu air, bakal dilakukan normalisasi Bengawan Solo, ada juga sungai anakannya juga dinormalisasi.
Harapannya, saat debit air sungai tinggi, pintu air dapat dibuka untuk membuang air ke Bengawan Solo.
“Harapan kami pada saat air-air tinggi di sungai itu, kita buka pintu air bisa dibuang ke Bengawan Solo,” ujarnya.
Detail teknis akan dibahas lebih lanjut oleh dinas terkait dan Balai Bengawan Solo.
“Tadi sudah kita bicarakan, nanti detail teknisnya biar antar dinas dan balai ya, Balai Bengawan Solo kalau Kali Lamong,” katanya.
Mengatasi masalah banjir di wilayah Kali Lamong. Dukungan teknis normalisasi sungai, termasuk anak-anak sungai. Infrastruktur kunci pembangunan dan pengelolaan pintu air. Koordinasi Balai Bengawan Solo bersama dinas terkait di Jatim.
▪︎ Kendala dan Relokasi Warga
Sementara itu Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa perbaikan Kali Lamong memerlukan waktu panjang. Selain itu, ada potensi relokasi warga yang bermukim di area terdampak.
“Efeknya ada pemukiman harus dipindahkan. Kalau di Gresik ya memang peningkatan batas juga,” jelas Adhy.
Alternatif lain seperti pembangunan embung dinilai mahal dan tidak permanen.
“Kalau pakai alternatif yang pembuangan itu, embung itu harus banyak dan mahal juga dan nggak permanen juga,” tegasnya.
Studi dan survei akan dilakukan untuk menentukan masyarakat yang harus direlokasi.
“Yang direlokasi itu kita masih lihat dulu studinya hasil surveinya seperti apa. Kalau ada masyarakat di lokasi yang memang bukan untuk pemukiman yang di bawah ketinggian air ya memang harus pindah,” paparnya.
Daerah Lamongan disebut mengalami dampak paling parah, sementara Gresik lebih merupakan area pelimpahan.
“Yang di Lamongan yang parah, kalau Gresik ini kan pelimpahan,” pungkasnya.▪︎(FEND)


