Malang jadi Pilot Project Tanaman Kopi dan Kakao

▪︎ MALANG – POSMONEWS.com,-
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menerima kunjungan Asisten Personal Menteri PPN/Bappenas, Prof. Dwija, kemarin. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa Kabupaten Malang ditetapkan sebagai pilot project pengembangan sektor pertanian.
Adapun pilot project yang akan dikembangkan meliputi komoditas kopi, kakao, dan padi, serta program pemberdayaan perempuan yang terintegrasi dengan skema carbon trading. Penetapan ini disepakati bersama oleh Wakil Bupati Malang dan Prof. Dwija yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Satgas Kakao dan Kopi.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Malang didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Ir. Avicenna M. Saniputra, M.T., M.H., perwakilan Perhutani Malang, Dinas Cabang Kehutanan Malang, serta Anggota DPRD Kabupaten Malang.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dwija memaparkan bahwa Bappenas telah menetapkan enam provinsi sebagai pilot project pengembangan komoditas kakao dan kopi. Dari masing-masing provinsi tersebut, ditunjuk satu daerah sebagai lokasi pelaksanaan program.
“Untuk Provinsi Jawa Timur, diputuskan berada di Kabupaten Malang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Dwija menjelaskan bahwa kedatangannya ke Kabupaten Malang merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri PPN/Bappenas untuk menindaklanjuti permohonan Wakil Bupati Malang.
“Tujuannya agar Kabupaten Malang dapat memperoleh program dari Bappenas, yang pada hari ini telah kita sepakati bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menyambut positif dan penuh antusias penetapan Kabupaten Malang sebagai penerima program dari Bappenas tersebut. Menurutnya, program ini menjadi angin segar bagi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Malang.
“Semoga program ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sekaligus menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang, khususnya para petani,” ungkapnya.
Sebagai informasi, selain padi, Kabupaten Malang juga memiliki potensi kopi dan kakao yang sangat besar. Potensi tersebut tersebar di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Malang Selatan, di antaranya Kecamatan Dampit dan Ampelgading. ▪︎(Dhe/AHM)


