Berita

Mitos Naga Terbang dan Tumbal Pemancing di Waduk Gondang

LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Destinasi wisata Waduk Gondang yang eksotis di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menjadi topik pemberitaan seiring insiden tenggelamnya pemancing (mancing mania, red) karena sampan yang ditumpanginya terbalik sehingga menewaskan 3 orang.

Data yang dihimpun posmonews.com, peristiwa naas ini terjadi pada hari Minggu (6/2/2022), saat itu 7 orang pemancing dengan menumpang 2 perahu untuk mengail di tengah waduk yang dibangun tahun 1987 dan diresmikan mendiang Presiden Soeharto itu.

Hingga tengah hari para pemancing ini sudah mendapat hasil ikan cukup banyak. Mereka pun bersiap menepi. Namun di tengah perjalanan tiba-tiba angin kencang menerpa perahu mereka yang sedang melaju.

Satu perahu yang ditumpangi 4 orang terbalik. Sedang satu perahu lainnya yang ditumpangi 3 orang selamat.

Dari anggota perahu yang terbalik itu 1 orang selamat dan 3 orang tenggelam dan harus dilakukan Tim SAR, yang bersinergi dengan BPBD, Polres, Kodim 0812 dan Ditpolairud Polda Jatim.

Kerja keras Tim SAR Gabungan ini selama dua hari akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi seluruh korban tewas perahu tenggelam di Waduk Gondang Lamongan, Senin (07/02/2022).

Dua jenazah terakhir yang ditemukan atas nama Irfan Kurniawan (9) dan Wahyu (20). Irfan ini merupakan anak dari Edi Kurniawan (35), korban meninggal yang sudah ditemukan lebih dulu warga Desa Wudi Kecamatan Sambeng.

Irfan ditemukan sekitar pukul 13.20 WIB, tidak jauh dari titik lokasi tergulingnya perahu nahas yang ditumpanginya bersama sang ayah dan dua orang lainnya. Jenazahnya tersangkut jaring yang dipasang sebagai alat bantu pencarian.

Sedangkan korban terakhir bernama Wahyu, warga Dusun Peterongan, Desa/Kecamatan Kedungpring, ditemukan pukul 16.30 WIB, pada radius 30 meter di utara korban Irfan.

Korban Wahyu (22) adalah adik ipar korban selamat bernama Zamzami (36). Saat insiden terjadi, Wahyu, Zamzami, Irfan dan Edy Kurniawan berada dalam satu perahu. Nahasnya, hanya Zamzami yang selamat berkat pertolongan warga.

Sementara untuk perahu lain diisi tiga orang yakni Endik (40), Soni (30), dan Hudi (30), asal Desa Kakatpenjalin Kecamatan Ngimbang. Ketiganya berhasil selamat saat kejadian.

“Alhamdulillah, hari ini berkat kerjasama dan semangat dari rekan-rekan Basarnas, BPBD, rekan dari Polres, Kodim 0812, dan bantuan dari Ditpolairud Polda Jatim,” kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, pada awak media yang dikutip dari posmonews.com.

“Kemudian juga kerja sama dengan seluruh masyarakat yang ada di Desa Sekidang ini, dua korban yang sebelumnya belum ditemukan, akhirnya sudah ditemukan,” tegasnya.

Dengan ditemukannya kedua jasad korban, Tim SAR lalu segera mengevakuasi ke daratan untuk dirujuk ke Puskesmas sebelum dibawa pulang ke rumah duka masing-masing.

Terlepas dari faktor alam, cuaca ektrem (hujan dan angin kencang, red), dan “human error” seperti kepanikan korban saat sampan yang ditumpanginya diterpa angin, faktor lain banyak menjadi perbincangan warga sekitar.

Hal yang menyangkut misteri gaib dan penunggu astral Waduk Gondang. Konon menurut kalangan spiritualis kawasan ini dikuasai oleh Danyang -Sang Penunggu yakni Nyi Gondangsari.

Selain itu juga terdapat makhluk dedemit lain seperti jin air (kalap, red), gondoruwo, dan ikan setan yang sering mengganggu bahkan mencelakakan manusia.

Mbah Di, spiritualis lokal yang ditemui posmonews.com, mengatakan selain para mahkluk gaib itu masih ada misteri yang cukup kental di sekitar Waduk Gondang.

Menurut kakek yang dikenal memiliki Ilmu Kasepuhan ini menyebut adanya Naga Terbang yang sering muncul memberi tengara. Setiap penampakan sang naga diyakini akan terjadi peristiwa kematian atau adanya tumbal di kawasan ini.

” Nyi Gondangsari itu danyang pelindung Waduk Gondang. Juga naga gaib itu keberadaanya tidak menganggu warga di sini. Yang hati-hati kalau seseorang mancing ikan di sini, lalu dapat ikan melimpah seperti tak biasanya. Mungkin di situlah ada perangkap ikan setan itu yang akan meminta tumbal pengganti,” tutur Mbah Di.
**(DANAR SP)

Related Articles

Back to top button