Berita Utama

Proyek Jalan Tol Gresik – Tuban Mulai Dilakukan Konsultasi Publik

▪︎JATIM-POSMONEWS.COM,-
Proyek pembangunan Jalan Tol Tuban-Gresik masuk dalam daftar proyek strategis nasional akan dibangun tahun 2023.

Dari data di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menawarkan 26 proyek infrastruktur dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) di tahun depan.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, mengatakan dari 26 proyek KPBU yang ditawarkan di 2023. Dimana 10 proyek di antaranya masuk tahap penyiapan dengan total nilai Rp 38,83 triliun, sedangkan 16 proyek sisanya masuk dalam tahap transaksi dengan total nilai Rp 126,85 triliun.

“Harapannya tahun ini studi sama kesiapannya [proyek KPBU] selesai,” kata Herry kepada Bisnis saat ditemui usai rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR di Jakarta belum lama ini.

Herry menjelaskan perincian proyek yang masuk tahap penyiapan di 2023 antara lain adalah 2 proyek di sektor jalan dan jembatan, 2 proyek di sektor sumber daya air, 1 proyek di sektor perumahan, dan 5 proyek di sektor permukiman.

Proyek di sektor jalan dan jembatan yaitu adalah Bandung Intra Urban Toll Road dan Jalan Tol Tuban-Gresik, dari sektor sumber daya air adalah DI Colo, dan Bendungan Muara Juloi, serta dari sektor perumahan yakni Rusun TOD Maminasata.

Sedangkan proyek pembangunan Jalan Tol Tuban – Gresik, Jawa Timur, mulai dilakukan konsultasi publik. Jalan tol tersebut akan menyambung dengan tol Ngaroban (Ngawi – Bojonegoro – Tuban) dan Tol Demak.

Sementara itu Jalan Tol Tuban – Gresik akan dibangun sepanjang 54,311 KM. Pembangunan rencananya dilaksanakan pada 2025 – 2026.

“Untuk pembebasan lahan masih lama. Sekarang ini baru tahap menjaring aspirasi warga yang rencana terdampak jalan tol,” ujar Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Tuban, Esti Surahmi.

Esti menjelaskan, pembangunan Tol Gresik – Tuban, mencakup 2 kecamatan dan 6 desa, yaitu Kecamatan Plumpang 1 desa, yakni Desa Penidon; Kecamatan Widang meliputi 5 desa, mencakup Desa Compreng, Widang, Banjar, Tegalsari dan Kedungharjo.

Esti menjelaskan pembangunan jalan tol ini akan berdampak bagi kemudahan akses ekonomi masyarakat dan mempermudah pergerakan barang dan jasa.

“Rencana jalan tol ini merupakan sambungan jalan tol Demak-Tuban dan Ngawi -Tuban,” pungkas Esti dikutip dari laman Pemkab Tuban.

Sedangkan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, sebelumnya menyampaikan, jalan tol Tuban-Gresik masuk dalam daftar proyek strategis nasional yang akan dibangun pada tahun 2023.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan 26 proyek infrastruktur dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) di tahun depan.

“Dari 26 proyek KPBU yang ditawarkan di 2023, 10 proyek di antaranya masuk tahap penyiapan dengan total nilai Rp 38,83 triliun, sedangkan 16 proyek sisanya masuk dalam tahap transaksi dengan total nilai Rp 126,85 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah desa di wilayah Tuban akan dilalui Tol Demak – Tuban mencapai puluhan. Mulai dari Kecamatan Bancar, Tambakboyo, Kecamatan Kerek, Merakurak, Kecamatan Semanding dan Kecamatan Plumpang. Untuk desa-desa di Kecamatan Bancar mulai dari Desa Jatisari, Karangrejo, Kayen, Latsari, Ngujuran, Siding, Sukoharjo, Tengger Kulon dan Desa Tlogoagung.

Kemudian di Kecamatan Tambakboyo ada empat desa, yakni Desa Belikanget, Cokrowati, Mander dan Desa Plajan. Kemudian wilayah Kecamatan Kerek yang akan dilalui mulai dari Desa Gaji, Gemulung, Jarorejo, Kasiman, Kedungrejo, Margomulyo, Padasan, Temayang dan Desa Wolutengah.

▪︎Tol Demak – Tuban

Pemerintah sudah berencana untuk merealisasikan proyek Jalan Tol Demak-Tuban yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menariknya, konstruksi Jalan Tol Demak-Tuban nantinya menghubungkan Jalan Tol Semarang-Demak, dengan Jalan Tol Tuban-Lamongan-Gresik.

Lalu untuk peta kostruksi Jalan Tol Demak-Tuban, pengerjaan fisiknya jelas akan melewati empat kabupaten yakni Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR untuk saat ini masih menyusun timeline pembangunan agar proyeknya bisa selesai sesuai target.

Dilanjutkan dengan pengerjaan fisik jalan tol yang diperkirakan dimulai pada 2024, dan ditargetkan selesai pada 2028 mendatang.

Sedangkan di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terhitung ada sekitar 40 desa tersebar di enam kecamatan yang terdampak proyek jalan tol ini.

Mulai dari Kecamatan Bancar ada sembilan desa, Kecamatan Tambakboyo sebanyak empat desa dan Kecamatan Kerek ada sembilan desa yang dilewati.

Lalu Kecamatan Merakurak sebanyak tujuh desa, Kecamatan Semanding ada delapan desa hingga Kecamatan Plumpang sebanyak tiga desa.

Berikut Daftar Desa di Tuban Terdampak Proyek Jalan Tol Demak – Tuban:

1. Kecamatan Bancar

– Desa Jatisari
– Desa Karangrejo
– Desa Kayen
– Desa Latsari
– Desa Ngujuran
– Desa Siding
– Desa Sukoharjo
– Desa Tengger Kulon
– Desa Tlogoagung

2. Kecamatan Tambakboyo

– Desa Belikanget
– Desa Cokrowati
– Desa Mander
– Desa Plajan

3. Kecamatan Kerek

– Desa Gaji
– Desa Gemulung
– Desa Jarorejo
– Desa Kasiman
– Desa Kedungrejo
– Desa Margomulyo
– Desa Padasan
– Desa Temayang
– Desa Wolutengah

4. Kecamatan Merakurak

– Desa Temandang
– Desa Pongpongan
– Desa Tuwiri Kulon
– Desa Tuwiri Wetan
– Desa Kapu
– Desa Tahulu
– Desa Tegalrejo

5. Kecamatan Semanding

– Desa Boto
– Desa Prunggahan Kulon
– Desa Bektiharjo
– Desa Penambangan
– Desa Sambongrejo
– Desa Genahharjo
– Desa Kowang
– Desa Gesing

6. Kecamatan Plumpang

– Desa Sumberagung
– Desa Penidon
– Desa Magersari
▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button