Bahan Bacaan Bermutu, Wujudkan Ngalam Pinter

▪︎KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang menyalurkan Bantuan Bahan Bacaan Bermutu (BBB) 2025 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Penyerahan simbolis bantuan kepada 20 kelurahan di Kota Malang ini dilaksanakan di Kartini Imperial Building Kota Malang, Senin (27/10/2025).
Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya membudayakan membaca di Kota Malang. Bantuan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan upaya membudayakan gemar membaca yang melibatkan satuan pendidikan dasar serta masyarakat. Hal ini selaras dengan visi Menuju Malang Mbois dan Berkelas, sebagaimana tertuang dalam Dasa Bakti Ngalam Pinter,” jelasnya.
Yayuk pun mengatakan bahwa meningkatnya kegemaran membaca akan turut mempercepat penguatan akses pendidikan, melalui peningkatan layanan perpustakaan, serta penyediaan bahan bacaan dalam bentuk cetak maupun digital.
Jenis bahan bacaan yang diberikan, sebagian besar ditujukan untuk anak-anak usia dini dan sekolah dasar, guna menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
Masing-masing perpustakaan kelurahan mendapat satu rak buku dan sekitar seribu eksemplar buku bacaan bermutu dari Perpusnas.
“Untuk tahun 2025, sebanyak 20 perpustakaan kelurahan menerima bantuan bacaan bermutu dari Perpusnas. Tahun 2026 kami telah mengusulkan 25 perpustakaan kelurahan tambahan. Harapan kami, dari total 57 kelurahan di Kota Malang nantinya seluruhnya memiliki perpustakaan kelurahan yang aktif,” tambahnya.
Pada kesempatan ini, Yayuk menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Dispussipda dalam meningkatkan kegemaran membaca, melalui sosialisasi budaya baca dan literasi di satuan pendidikan dasar serta masyarakat.
“Hari ini kami mengundang perwakilan dari TK dan PAUD yang memiliki Rumah Pintar atau perpustakaan masyarakat. Jadi selain perpustakaan kelurahan, kami juga membina perpustakaan masyarakat di lima kecamatan yang tersebar di Kota Malang,” bebernya lebih lanjut.
Upaya kolaboratif antara Perpusnas, Dispussida, dan berbagai komunitas literasi terbukti berdampak positif.
Yayuk mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Kota Malang mengalami peningkatan signifikan dari skor 64 menjadi 83, sehingga menempatkan Kota Malang di peringkat kedua se-Jawa Timur setelah Surabaya.
“Kenaikan ini hasil dari berbagai program literasi, salah satunya Gerakan Literasi Masyarakat Membaca yang menyasar Rumah Pintar dan wilayah pinggiran kota. Tahun 2024 kami membentuk 15 Rumah Pintar masyarakat, dan hasilnya sangat berpengaruh terhadap peningkatan TGM,” terang Yayuk.
Yayuk juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus menggandeng komunitas baca dan kelompok literasi agar aktif mendukung kegiatan di tingkat kelurahan dan masyarakat.
“Komunitas-komunitas baca kami rangkul agar bisa ikut menggerakkan minat baca di wilayahnya. Jadi perpustakaan bukan hanya tempat meminjam buku, tapi juga ruang tumbuhnya literasi dan kreativitas masyarakat,” tutup Yayuk.
Dispussipda Kota Malang akan terus melakukan pendampingan terhadap perpustakaan kelurahan dan masyarakat agar pengelolaannya berkelanjutan. Pendampingan meliputi tata kelola, peningkatan koleksi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam layanan perpustakaan.▪︎(AHM/Ari)
