Berita Utama

Kementerian PU Akselerasi Penyelesaian 15 Bendungan

▪︎Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen terus mempercepat penyelesaian 15 bendungan yang tengah dibangun (on going) pada tahun anggaran 2025. Langkah percepatan ini diambil guna memperkuat ketahanan air dan pangan nasional.

Pembangunan 15 bendungan
tersebut merupakan bagian dari upaya implementasi program pemerintah dalam menjamin ketersediaan air irigasi secara berkelanjutan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung program swasembada pangan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bendungan harus berjalan
selaras dengan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang fungsional.

“Pembangunan bendungan harus dibarengi dengan pembangunan saluran konektivitas dan jaringan
irigasi. Dengan suplai air yang berkelanjutan, produktivitas pertanian dapat meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” ujar Menteri Dody.

Pembangunan ke-15 bendungan tersebut ditargetkan tuntas sebelum tahun 2029 dengan
total kebutuhan anggaran mencapai Rp 47,84 triliun.

Melalui penyelesaian
bendungan-bendungan ini, potensi layanan irigasi diproyeksikan meningkat secara
signifikan dari 184.515 hektare menjadi 263.055 hektare.

Peningkatan layanan
ini diharapkan turut memperluas luas tanam dari 277.775 hektare menjadi 483.163 hektare. Ketersediaan air irigasi yang kontinu dari bendungan juga akan
mendorong peningkatan produktivitas hasil panen dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun.

Selain itu, Indeks Pertanaman (IP) diharapkan naik dari 150% menjadi 262%, sehingga petani yang semula hanya menanam sekali setahun dapat menanam dua hingga tiga kali dalam setahun.

Sedangkan ke-15 bendungan yang tengah dibangun meliputi;

1. Bendungan Tiga Dihaji (Sumatera Selatan).
2. Cibeet (Jawa Barat)
3. Cijurey (Jawa Barat)
4. Bener  (Jawa Tengah)
5. Karangnongko (Jawa Tengah)
6. Jragung (Jawa Tengah)
7. Cabean (Jawa Tengah)
8. Bagong (Jawa Timur)
9. Manikin (NTT)
10. Mbay (NTT)
11. Jenelata (Sulawesi Selatan)
12. Way Apu (Maluku)
13. Budong-Budong (Sulawesi Barat)
14. Riam Kiwa (Kalimantan Selatan)
15. Bulango Ulu (Gorontalo)

Tidak hanya membangun bendungan, Kementerian PU juga memastikan keterhubungan antara bendungan sebagai tampungan air dengan sistem irigasinya untuk terus diperkuat
melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier langsung ke lahan pertanian.

Saat ini, teridentifikasi 2 Daerah Irigasi (DI) yang membutuhkan pembangunan saluran konektivitas dari outlet bendungan, yakni DI Budong-Budong di Sulawesi Barat
dan DI Way Apu di Maluku. Total panjang jaringan yang dibutuhkan sekitar 12,64 km untuk mengairi lahan seluas 400 ha.

Bahkan terdapat 3 daerah irigasi yang sudah terkoneksi namun memerlukan pembangunan lanjutan, yaitu DI. Bulango Ulu (Gorontalo), DI. Jragung Kompleks
(Jawa Tengah), dan DI. Komering (Sumatera Selatan) dengan total kebutuhan panjang saluran 90,67 km yang melayani 35.339 ha.

Sedangkan 15 daerah irigasi lainnya membutuhkan rehabilitasi dan peningkatan jaringan sepanjang 210,32 km untuk mendukung layanan irigasi seluas 15.292 ha.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button