Berita Utama

Menteri PU: Optimalkan Infrastruktur Irigasi

▪︎Untuk Dukung Ketahanan Pangan

▪︎MAGELANG – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) telah menyelesaikan rehabilitasi jaringan irigasi DI Karangtalun di Magelang, Jawa Tengah, guna meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta.

Selesainya rehabilitasi jaringan irigasi ini akan meningkatkan keandalan air irigasi sekaligus upaya mendukung Asta Cita program swasembada pangan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

“Fungsi utama bendung ini adalah untuk ketahanan pangan. Kita akan optimalkan fungsi infrastruktur irigasi yang sudah kita punya,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo, saat meninjau Daerah Irigasi Karangtalun di Magelang.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Dody juga sempat berinteraksi dengan para petani penerima manfaat dan menerima aspirasi para petani untuk terus meningkatkan layanan air irigasi DI Karangtalun.

Rehabilitasi DI Karangtalun mulai dikerjakan sejak 2021 dan selesai pada 2024 dengan biaya Rp174,4 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi kolam olak bendung, saluran primer 38 km, saluran sekunder 40 km, saluran tersier, drainase, bangunan irigasi, jalan inspeksi dan lansekap bendung.

Direktur Jenderal Sumber Daya Kementerian PU, Air Bob Arthur Lombogia, mengatakan dengan selesainya pekerjaan rehabilitasi DI Karangtalun akan memberikan manfaat layanan irigasi layanan irigasi seluas 5.159 Ha di 3 Kabupaten, yakni Magelang, Sleman, dan Bantul.

“Dengan rehabilitasi jaringan irigasi Karangtalun diharapkan akan memberikan manfaat melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari semula 230% menjadi 280%, sehingga berdampak positif pada peningkatan produksi padi dan palawija dari semula 68.585 ton menjadi 80.740 ton. Adapun produksi padi dan palawija rata-rata sebesar 9 ton GKP/hektare,” kata Dirjen Bob Arthur.

Turut mendampingi Menteri Dody, Staf Ahli Menteri PU Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan. Endra S. Atmawidjaja dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Gatut Bayuadji.

Sementara itu Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengatakan saat ini pembangunan bendungan di Indonesia belum merata.

Sehingga ketersediaan air di beberapa wilayah masih belum memadai untuk mendongkrak produktivitas pertanian.

Diana mendorong pemerataan pembangunan bendungan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dalam rangka mendukung program Asta Cita untuk swasembada pangan, energi, dan air demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, Pemerintah menargetkan swasembada pangan 2028 dan mendorong penerapan energi baru dan terbarukan (EBT). Indeks ketahanan air Indonesia diharapkan mencapai 200 m3/kapita/tahun dengan sebaran yang merata di seluruh Indonesia.

“Pembangunan bendungan yang merata sangat penting untuk optimalisasi penyediaan air irigasi guna mendukung swasembada pangan, energi baru terbarukan, dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk ketahanan air,” kata Diana dalam keterangan resmi, Senin (18/11/2024).

Mantan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR itu menjelaskan, Indonesia memiliki 259 bendungan yang memberikan layanan irigasi seluas 1.271.415 ha, potensi energi listrik sebanyak 15.628 MW, dan melayani air 59,6 m3/kapita/tahun.

Pemerintah sudah membangun 187 bendungan sampai tahun 2014, ditambah 61 bendungan yang telah dan akan diselesaikan dari 2015 hingga 2025, serta tambahan 11 bendungan baru lainnya, sehingga total 259 bendungan akan dimiliki oleh pemerintah.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button