Berita Utama

KemenPU Percepat Proyek Jembatan Akses ke Merak

▪︎BANTEN – POSMONEWS.com,-
Pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten terus melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan, melaluli PPK 1.2 PJN Wilayah 1 Provinsi Banten sedang melaksanakan pekerjaan penggantian jembatan akses Merak, Kecamatan Pulaumerak, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Pergantian jembatan di akses Pelabuhan Merak dengan tujuan meningkatkan kualitas infrastruktur dan mengurai kemacetan yang sering terjadi di sekitar pelabuhan. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kelancaran lalu lintas.

Proyek pekerjaan penggantian Jembatan Aramco atau lebih dikenal sebagai jembatan pipa baja bergelombang (Corrugated Steel Pipe, CSP) atau Multi Plate Super Span, merupakan jenis jembatan menggunakan pipa baja bergelombang sebagai material utamanya.

Himbauan berupa poster ukuran besar untuk dapat diketahui masyarakat khusunya pengguna jalan satu bulan sebelum dilakukan penutupan jalan sudah dilakukan oleh pihak pelaksana pekerjaan tersebut, namun sebagian masyarakat atau publik kemungkinan tidak mengetahui akan dilakukan penutupan secara permanen yang mana biasanya proyek jalan dilakukan sistem buka tutup jalan.

Sementara itu Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI  mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam penggantian Jembatan Akses Pelabuhan Merak, Banten.

Penanganan ini dinilai penting menyusul kemacetan panjang yang terjadi pada Senin (23/6/2025) lalu akibat adanya truk rusak sekaligus bersamaan dengan waktu pulang pegawai pabrik di sekitar Merak.

Perbaikan ini juga menjadi solusi permanen untuk mengatasi kepadatan arus kendaraan saat libur panjang seperti Lebaran dan Natal-Tahun Baru.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Wahyu S. Winurseto, mengatakan bahwa jembatan sepanjang 14 meter ini akan dibangun dengan pondasi bore pile guna meningkatkan daya tahan dan kapasitas beban kendaraan. Sebagai penanganan sementara, BPJN Banten akan memasang Jembatan Bailey pada akhir Juli, yang dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Kami menargetkan jembatan sudah bisa difungsikan pada Oktober, dan seluruh pekerjaan selesai pada November. Kami mohon dukungan agar proyek ini bisa selesai lebih cepat, sebelum masa libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Wahyu.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, mengapresiasi penanganan kemacetan pada ruas jalan ini.

“Pembangunan jembatan ini menjadi solusi yang mampu mengurai kepadatan arus kendaraan baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya yang selama ini terjadi sehingga tidak terjadi pengalihan jalan yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara,” ungkap Roberth.

Selain percepatan pembangunan jembatan, langkah antisipatif juga dilakukan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, yang telah menyiapkan fasilitas pemberhentian truk di pelabuhan Bandar dengan kapasitas 320 unit.

“Saat ini, kapasitas tampungan kendaraan besar di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) sudah terisi sebanyak 120 unit, sehingga masih ada sisa 200 unit lagi yang dapat dimanfaatkan. Kendaraan besar yang berangkat menuju Pelabuhan Merak dari Pelabuhan BBJ akan dialihkan melewati jalan milik PT. Krakatau Steel, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas umum. Akan kami ujicoba pada 30 Juni 2025, dan jika berhasil akan dibuka pada 11 Juli 2025,” kata Bharto Ari Raharjo selaku Kepala KSOP Kelas I Banten.

Kunjungan kerja spesifik ini turut dihadiri oleh Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol, Apri Artoto, Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga, Rakhman Taufik, Auditor Ahli Madya Inspektorat II Inspektorat Jenderal Kementerian PU, Ricki Fajri Sofian, General Manager ASDP Merak, Suharto, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Banten, Eko Indra Yanto, serta Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Banten AKBP, Syamsul Bahri. ▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button