Bernostalgia di Festival Bazar Rakyat Lamongan Tempoe Doeloe

▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Setelah 2 tahun vakum dan tidak digelar karena situasi Pandemi Covid 19, kini Festival Bazar Rakyat Lamongan Tempo Doeloe kembali digelar di Lapangan Gajah Mada di Jalan Soemargo, Kabupaten Lamongan, mulai Kamis (4/8/2022) lalu hingga Sabtu (6/8/2022) malam ini.
Dari catatan media ini, kegiatan yang merupakan agenda rutin di setiap peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ini terakhir dihelat di pemerintahan Bupati H. Fadeli, SH, MM sebelum pandemi. Kini di era Bupati DR. H Yuhrohnur Efendi, MBA (Pak Yes, red), Bazar Rakyat Lamongan Tempo Doeloe tahun 2022 ini kembali digelar dengan harapan lebih meriah, semarak dan menampilkan sesuatu yang baru (inovatif, red).
“Di tahun 2022 ini Lamongan Tempo Doeloe akan lebih bervariasi, bukan hanya bazar, stand warung-warung yang menyajikan jajanan jadul (jaman dulu), tetapi juga akan ada museum, rumah tempo dulu dan lain sebagainya,” kata Kepala Disparbud Lamongan Siti Rubikah kepada wartawan.
Adapun tempat penyelenggaraan acara Lamongan Tempo Doeloe tahun ini menurut Ibu Cantik ini mempertimbangkan tempat yang lebih luas. Kalau sebelumnya digelar di Alun-alun Lamongan, terang Rubikah, tahun ini acara dihelat di tempat yang lebih luas, yaitu Lapangan Gajahmada di Jalan Soemargo atau di depan Lapas Lamongan dengan luas lapangan hampir 12 hektare.
“Semoga aneka jajanan jadul dan hiburan serta tampilan serba jadul ini nanti mampu menjadi obat untuk bernostalgia dengan masa lalu,” lanjutnya.
Dari pantauan posmonews com, festival pasar rakyat Lamongan Tempo Doeloe ini menjadi hiburan, nostalgia dan wisata kuliner malam warga Kota Soto.
Salah satu pengunjung, sebut saja Iwan dan Khusnawati , pasutri warga Desa Baturono, Kec. Sukodadi ini mengaku ingin bernostalgia dengan mencari jajanan yang ia kenal saat masa kecil dulu.
Mereka akhirnya datang ke arena Lamongan Tempoe Doeloe untuk menikmati jajanan yang tersedia diantara 75 stan di lapangan Gajah Mada tersebut bersama Mirza, seorang putra pertamanya yang masih SD.
“Saya ingin nyari japit, arumanis, klanting, cenil, gulali, gatot, dan srebeh. Ini kesempatan aja, karena saya dan istri penasaran diberitahu teman alumni SMA kalo ada acara ini,” tuturnya.
Memang di bazar rakyat Lamongan Tempoe Doeloe ini banyak kuliner masa lalu yang sudah dilupakan, langka dan jarang dijual di warung atau pasar tradisional.
Karena itulah, di arena ini para pengunjung bisa betah dan bertahan untuk begadang hingga larut malam dalam suasana tempo dulu. Apalagi diselingi berbagai hiburan, nuansa unik, desain stan serta penampilan penjaga stan yang sangat kental dengan nuansa tempo dulu yang juga diikuti oleh OPD dan dinas instansi dari Pemkab Lamongan.
Lampu penerangan dibuat minim, para penjaga lapak atau stan juga tak lupa berkostum layaknya pedagang jaman dulu.
“Lamongan Tempo Doeloe digelar di Lapangan Gajah Mada di Jalan Soemargo, selain luasnya sekitar 12 hektare juga sekaligus memperkenalkan Lapangan yang kita gadang menjadi Alun-alun Baru Lamongan,” kata Sekkab Lamongan, Moh Nalikan.**(DANAR SP)

