Kab Malang Siapkan 9,6 Ha Pembangunan Sekolah Rakyat

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M bersama Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib mendampingi Kunjungan Direktur Jenderal Prasarana Strategis (Dirjen PS) Kementerian PU RI Dr. Ir. Maulidya Indah Junica, M.Sc. beserta jajaran meninjau perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Kamis (17/4) siang.
Sekolah rakyat merupakan program kerja yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto yang dinaungi oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Tujuan adanya sekolah rakyat ialah menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Lahan yang berada di dekat Jembatan Pelangi tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Malang dengan luas sekitar 9,6 hektare. Saat ini, di sekitar lokasi juga sedang dilaksanakan pembangunan jalan nasional. Secara umum, lahan tersebut sekarang disewa oleh pihak lain dan masih dimanfaatkan sebagai perkebunan tebu.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Maulidya Indah Junica di Malang, mengatakan bahwa dari peninjauan yang telah dilakukan didapati hasil lahan untuk dibangun gedung Sekolah Rakyat milik Pemerintah Kabupaten Malang.
“Pak Bupati juga menjelaskan bahwa lahan ini secara clear and clean ya hampir 100 persen. Poin verifikasinya apakah ini hak milik, ada sertifikatnya, dan tak sengketa itu sudah pasti,” kata Dirjen PS KemenPU.
Lalu verifikasi juga dilakukan dengan melihat pada dampak lingkungan dan sosial terhadap lingkungan setempat. Selain itu, pembangunan tak boleh menyalahi rencana tata ruang wilayah (RTRW) daerah setempat. Pembangunan fisik bangunan Sekolah Rakyat juga harus memperhatikan dan menyesuaikan pada kontur tanah di lahan tersebut.
“Perencanaan ada di Kementerian Pekerjaan Umum, makanya kami lihat bangunannya nanti yang sesuai seperti apa. Karena sesuai arahan presiden, ada tiga level (jenjang pendidikan), yakni SD, SMP, dan SMA dengan segala fasilitasnya,” kata Dirjen PS.
Jika sesuai time line yang disampaikan oleh pihaknya kepada Presiden Prabowo Subianto, maka pembangunan mulai dilaksanakan pada Juni 2025 dan diharapkan tuntas pada Februari 2026. “Karena ini kan bangun dari awal artinya dari tidak ada menjadi ada, kami berharap semuanya berjalan harmonis, itu yang penting,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Malang menjelaskan bahwa lokasi yang diusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk dibangun gedung Sekolah Rakyat mencapai 9,6 hektare. Selain gedung yang peruntukannya sebagai ruang belajar mengajar, pembangunan meliputi sejumlah fasilitas penunjang aktivitas pelajar lainnya.
“Masuk, sarana olahraga satu hektar lagi masih bisa karena yang dibutuhkan itu lima hektare dan masih ada ruang seluas empat hektare yang nantinya bisa digunakan untuk sarana penunjang,” ujar Bupati Malang saat ditemui awak media. ▪︎(AHM/dhe)