Kementerian PU Siap Dukung Program Asta Cita

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) senantiasa berkomitmen untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang mendukung ketahanan pangan di Tanah Air. Hal ini mengingat, infrastruktur memegang peranan penting dalam mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Guna mendukung visi misi tersebut, Kementerian PU pun telah menyusun program Quick Wins pembangunan infrastruktur yang meliputi ketahanan pangan. Dalam hal ini, Kementerian PU mendukung ketahanan pangan, melalui pembangunan bendungan serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Selain itu, Kementerian PU juga mendukung pembangunan jalan dan jembatan untuk mendukung konektivitas menuju sentra pangan, termasuk Food Estate di Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Merauke-Papua Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pihaknya terus berupaya mendorong swasembada pangan. Hal itu diwujudkan dengan menggencarkan Program Padat Karya Tunai (PKT) melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan oleh Kementerian PU.
“Irigasi memainkan peran krusial dalam upaya menuju swasembada pangan. Kami berfokus pada irigasi primer, sekunder, dan tersier. Dengan begitu, Insya Allah swasembada pangan akan lebih cepat tercapai,” ujar dia beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, program ini terus bergulir guna mendukung Asta Cita program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Gibran Rakabuming Raka.
Pada tahun 2024, pelaksanaan P3-TGAI menjangkau 12.000 lokasi dengan target menyerap tenaga kerja sebanyak 209.854 orang.
Di sisi lain, Dody menyebutkan, pihaknya akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA), seperti bendungan dan jaringan irigasi dalam rangka mendukung program swasembada pangan.
Keberadaan bendungan akan diikuti dengan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang diharapkan dapat secara langsung mengairi lahan pertanian masyarakat sehingga meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).
“Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung target swasembada pangan dan oleh karenanya, terus kita lanjutkan. Kita bisa lihat misalkan dari bendungan, bendung, lalu masuk ke irigasi primer, sekunder dan tersier hingga langsung ke sawah-sawah,” ungkap Dody.
Senada, Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengatakan pemerintah menargetkan swasembada pangan tahun 2028. Dengan begitu, indeks ketahanan air Indonesia diharapkan bisa mencapai 200 m3/kapita/tahun dengan sebaran yang merata di seluruh Indonesia.
“Pembangunan bendungan yang merata sangat penting untuk optimalisasi penyediaan air irigasi guna mendukung swasembada pangan, energi baru terbarukan, dan pemenuhan kebutuhan air baku untuk ketahanan air,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, Bob Arthur Lombogia, menjelaskan kegiatan padat karya di bidang SDA ini berupa peningkatan saluran irigasi tersier, dimana saluran yang semula dari alam/tanah dibangun menjadi saluran dengan pasangan batu/lining yang tentunya melibatkan petani atau penduduk setempat dalam pelaksanaan pembangunannya.
“Petani pekerja diberikan upah harian atau mingguan, sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa,” ujarnya.
Dia melanjutkan, kegiatan P3-TGAI dilaksanakan dalam 3 tahap dengan alokasi anggaran sebesar Rp 2,7 triliun. Berdasarkan data e-monitoring tanggal 12 November 2024, capaian pekerjaan fisik P3-TGAI untuk Tahap I dan II tercatat sebesar 93,40%. Kemudian, untuk Tahap III progres konstruksinya telah mencapai 36,50 % dan direncanakan akan rampung pada minggu ke-3 Desember 2024.
Untuk itu, program swasembada pangan 2025 ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan yang ada serta memperluas cakupan sawah untuk mendukung target swasembada pangan di tahun 2025.▪︎[FEND]

