Workshop PGRI, Wabup Malang: Guru Bisa Menjadi Tim Pengarah
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Guru bisa menjadi tim pengarah bagi anak-anak terhadap bakat dan minatnya dari anak didik. Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH.MH saat membuka hari kedua pelaksanaan Workshop PGRI dengan tema Transformasi Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka yang berlangsung di Aula Kantor PGRI Kabupaten Malang, Kamis (8/8).
Dalam kesempatan ini, Pak Didik, sapaan akrab Wakil Bupati Malang juga menyapa dan memberikan suntikan motivasi kepada para peserta yakni ratusan guru yang berasal dari Kecamatan Sumberpucung, Bantur dan Kasembon.
”Tuntutan di bidang teknologi dalam dunia pendidikan sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru dalam mendukung proses Kurikulum Merdeka Belajar. Harapannya guru bisa menjadi tim pengarah bagi anak-anak terhadap bakat dan minatnya dari anak didik kita. Anak-anak yang memiliki bakat dan minat tertentu ini dibutuhkan pendampingan agar dapat menemukan jati dirinya,” tegas Wakil Bupati Malang didampingi Ketua PGRI Kabupaten Malang, Drs. Dwi Sucipto, SH, M.Pd saat ditemui awak media.
Disampaikannya, guru-guru bisa diberikan modul dan Workshop semacam ini dalam upaya dan bagian dari inisiasi dalam meningkatkan kapasitas guru didik. Pasalnya, pada Kurikulum Merdeka Belajar ini ada pembelajaran yang dilakukan secara online dan offline.
Pak Didik menyebut, maka bagaimana caranya anak-anak didik ini bisa terarah melalui upaya peningkatan kapasitas seperti yang dilakukan PGRI Kabupaten Malang ini agar guru-guru ini juga menjadi guru yang bijaksana sehingga bisa mendampingi anak-anak dan memberikan pembelajaran agar bisa menggunakan IT semaksimal mungkin dan pada tempatnya.
”Sehingga, misalnya hp-nya anak-anak didik itu tidak hanya sampai digunakan untuk bermain game saja melainkan juga mendukung proses belajar mengajar. Caranya, perencanaan harus dibuat secara matang, dan nanti bisa segera diaplikasikan, terlebih jaringan internet yang dimiliki pemerintah daerah sudah cukup. Insya Allah setiap sekolah juga sudah memiliki komputer. Di dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya diberikan kepada anak didik saja melainkan juga kepada guru-guru sebagai penyeimbangnya. Makanya pemerintah daerah juga kita dorong untuk memberikan reward kepada para guru. Setidaknyareward ini dalam bentuk dukungan pembiayaan belajar Katakanlah pasca sarjana. Namun para guru ini juga harus diberikan target misalnya selama 5 tahun tidak pindah tempat mengajar, agar bisa menemukan prestasinya,” pungkasnya. ▪︎(AHM)
#https://posmonews.com
