Berita

Peresmian Musala RH. Jago, Abah Sanusi: Diniatkan Amal Jariyah

▪︎ MALANG – POSMONEWS.com,-
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M meresmikan Mushola RH. Jago di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Sabtu (14/2) malam.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang, menyambut baik kegiatan ini, serta menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Karangduren dan juga semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan Musala RH Jago ini.

Pasalnya, hal ini tentunya sangat membanggakan bagi Pemerintah Kabupaten Malang, atas peran serta partisipasi masyarakat, yang telah berupaya meningkatkan pembangunan di bidang keagamaan dan spiritual.

”Dengan memohon ridho Allah dan dengan mengucap Bismillaahirrahmaanirrahim, Musala RH Jago di Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji dengan ini saya resmikan penggunaannya. Saya berharap, selain diniatkan sebagai amal jariyah, mudah-mudahan Musala RH Jago ini nantinya dapat membawa kemaslahatan bagi umat, dan semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan rida serta keberkahan terhadap Musala ini, agar dapat terus dipergunakan dan mampu menjadi wadah dakwah yang berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara. Aamiin,” terang Bupati Malang.

Dalam kesempatan ini, Abah Sanusi juga menyampaikan sejumlah pencapaian dan program kerja Pemerintah Kabupaten Malang. Tak ketinggalan, apresiasi tinggi diberikan Bupati Malang atas peran serta masyarakat Kabupaten Malang. Tentunya akan dibutuhkan waktu bagi Pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang berhasil dan berdaya guna.

Momen pertemuan kemarin malam diakuinya bukan sekadar untuk memperkuat jalinan silaturahmi, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan serta kekeluargaan sebagai umat muslim, sekaligus untuk merajut kembali hubungan antara Pemerintah Kabupaten Malang, para alim ulama, para santri, dan juga dengan masyarakat secara luas.

”Hal ini sangat penting untuk terus kita bina, mengingat tantangan zaman di era modern sekarang semakin kompleks, bahkan dapat dikatakan bergerak lebih cepat dibanding pengaruh dakwah dan pendidikan. Perubahan nilai-nilai dan pandangan hidup masyarakat akhir-akhir ini begitu terasa. Pembinaan umat harus dilakukan secara bijak, terarah dan terpadu serta mempunyai dimensi yang luas. Seperti penguatan akidah umat, pencerdasan umat, pembinaan kehidupan keluarga, pembangunan akhlak dan budi pekerti, pembinaan karakter bangsa, penguatan ukhuwah Islamiyah, kesadaran lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan umat secara material dan spiritual,” pungkasnya.▪︎ (AHM/Poy)

Related Articles

Back to top button