Berita Utama

Jembatan Gantung Pragak, Baut Penopang Dicuri Orang

▪︎MAGETAN – POSMONEWS.com,-
Jembatan di Kabupaten Magetan ini tergolong baru diresmikan  Desember 2023 lalu. Jembatan Gantung Pragak merupakan jembatan penghubung yang dibangun di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Posisi jembatan gantung yang identik dengan warna putih dan merah cukup ekstrem karena melintang di atas jurang. Namun, jembatan tersebut hampir runtuh akibat baut penopang jembatan dicuri orang.

Namun jangan salah, pembangunan jembatan ini dirasakan banyak manfaatnya bagi para warga desa. Jembatan ini dibuat untuk menghubungkan antara 2 wilayah Desa Mategal dan Desa Pragak, Kabupaten Magetan.

Jembatan Gantung Pragak sendiri memiliki bentang sepanjang 80 meter yang langsung menjadi akses utama warga di kedua wilayah tersebut.

Sebelum adanya jembatan ini warga sekitar perlu memutar perjalanan karena tidak adanya akses terdekat yang menghubungkan daerah tujuan. Warga Desa Pragak harus memutar lewat Parang hingga jarak 4-5 km untuk sampai ke pasar.

Dengan adanya Jembatan Gantung Pragak yang dibangun di desa mereka, warga desa menyadari jarak tempuh perjalanan mereka menjadi lebih singkat dan jaraknya pun semakin dekat.

Diakui oleh warga setempat, Jembatan Gantung Pragak menjadi jalur yang dipilih oleh anak-anak sekolah hingga pekerja untuk sampai ke tujuan masing-masing.

Jembatan ini turut menjadi akses warga setempat untuk mencari pakan ternak mereka ke hutan atau ke wilayah Mategal.

Jembatan Gantung Pragak menjadi jalur utama yang dimanfaatkan warga untuk akses pertanian, perkebunan, hingga pendidikan.

Jembatan ini tak pernah sepi dilalui pelintas karena masyarakat benar-benar memanfaatkan keberadaan jembatan ini untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Tak hanya itu adanya jembatan ini dapat mendorong kekeluargaan antar dua daerah yang sebelumnya tidak pernah terhubung. Terhubungnya dua desa melalui Jembatan Gantung Pragak ini juga semakin mempererat kekeluargaan antara Desa Pragak dengan Desa Mategal.

▪︎Baut Penopang Dicuri

Baru beberapa bulan dipakai masyarakat, Jembatan Pragak di Desa Pragak Kecamatan Parang Kabupaten Magetan sudah nyaris runtuh. Baut yang menopang kekuatan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Pragak dan Desa Mategal itu dicuri orang.

Namun, kini Jembatan Pragak sudah kembali dibuka untuk kembali dilalui oleh warga. Masyarakat sudah melaporkan kejadian itu pada pihak terkait. Pun, baut-baut jembatan yang hilang sudah diganti yang baru. Sebelumnya, jembatan itu sempat ditutup karena dikhawatirkan runtuh jika kerap dilewati kendaraan warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan pihaknya mendapatkan surat dari Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN). Khususnya, terkait kejadian vandalisme yang membuat jembatan terancam rusak.

‘’Karenanya kami akan segera lakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Karena baut ini meski salah satu komponen yang kecil dari jembatan, namun sangat berpengaruh besar terhadap kekuatan jembatan. Karenanya, kami harap masyarakat benar-benar memperhatikan ini,’’ kata Muhtar, kemarin.

Dia menilai, kejadian hilangnya baut jembatan ini perlu diusut tuntas. Karena, sempat membuat jembatan ditutup selama beberapa hari, dan membuat warga merugi.

‘’Jembatan ini merupakan bantuan dari APBN tahun anggaran 2023. Dan harapannya bisa mempermudah akses warga dari dua desa ini. Kami pastikan saat ini kondisinya sudah bisa dilewati. Sejak dibangun, memang hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua saja,’’ pungkas Muhtar.

Diketahui, Jembatan Pragak ini dibangun oleh Kementerian PUPR pada 2023 lalu. Pembangunan jembatan ini sepaket dengan dua jembatan lain dalam Lingkup Pekerjaan Paket Pembangunan jembatan Gantung Jatim III. Yakni, Pembangunan Jembatan Gantung Desa Pragak kabupaten Magetan sepanjang 80 meter, pembangunan Jembatan Gantung Desa Tegalsari Kabupaten Ponorogo sepanjang 80 meter, Pembangunan Jembatan Gantung Desa Gedangan Kabupaten Ponorogo sepanjang 80 meter. Sedangkan nilai kontraknya Rp 8,6 miliar dengan penggarap PT Dewi Baraja Group asal Bangkalan, Jawa Timur.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button