Berita

Perhelatan Pesta Politik dan Demokrasi di Pedesaan

▪︎Perang Magis Pulung Pilkades di
Lamongan (1)

▪︎LAMONGAN–POSMONEWS.COM,-
Hari Minggu (26/6/2022) pagi hingga siang ini Kabupaten Lamongan akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tahun 2022. Merupakan satu perhelatan pesta politik dan demokrasi di wilayah pedesaan dengan segala pernik-perniknya.

Hal yang menarik dari Pilkades ini bahkan lebih ramai dari Pileg, Pilkada bahkan Pilpres. Bukan saja persoalan teknis atau fisik yang berbicara, namun di masyarakat pedesaan mengenal faktor metafisik atau spiritual yang bisa menentukan kalah atau menangnya seseorang.

Dikutip posmonews.com dari data Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa (PMD) Lamongan, tercatat ada 62 desa yang bakal melaksanakan Pilkades sesuai jadwal tahapan yang ditentukan.

Menurut Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Lamongan, Ismaun, MM mengatakan, ada 62 desa yang bakal mengikuti Pilkades serentak se-Lamongan ini tersebar di 24 kecamatan, beberapa diantaranya Kecamatan Modo, Sambeng, dan Lamongan.

“Awalnya ada 61 desa, kini ditambah 1 satu lagi yakni Desa Karangwedoro Kecamatan Turi,” ujar Ismaun kepada awak media di Lamongan.

Adapun data yang dihimpun posmonews.com dari Dinas PMD Kab.Lamongan dari 62 Desa di Lamongan yang Menggelar Pilkades Serentak itu adalah sbb : 5 desa di Kecamatan Turi (Desa Badurame, Kemlagigede, Turi, Tambakploso, dan Karangwedoro), 3 desa di Kecamatan Deket (Desa Sidorejo, Sugihwaras, dan Tukkerto).

4 desa di Kecamatan Tikung (Desa Bakalanpule, Balongwangi, Dukuhagung, dan Kelorarum), 1 desa di Kecamatan Sukodadi (Desa Sukodadi), 4 desa di Kecamatan Karanggeneng (Desa Guci, Kalanganyar, Prijekngablak, dan Sumberwudi).

3 desa di Kecamatan Sekaran (Desa Jugo, Kebalankulon, dan Manyar), 3 desa di Kecamatan Pucuk (Gempolpading, Bugoharjo, dan Padenganploso), 3 desa di Kecamatan Maduran (Brumbun, Gumantuk, dan Pringgoboyo).

Selanjutnya 3 Desa di Kecamatan Babat (Desa Sogo, Trepan, dan Tritunggal), 2 desa di Kecamatan Kedungpring (Desa Kradenenrejo dan Tenggerejo), 3 Desa di Kecamatan Sugio (Daliwangun, German, dan Supenuh).

Lalu 2 desa di Kecamatan Ngimbang (Desa Durikedungjero dan Tlemang), 1 desa di Kecamatan Bluluk (Desa Kuwurejo), 3 desa di Kecamatan Mantup (Desa Mantup, Sumberagung, dan Tugu), 2 desa di Kecamatan Sukorame (Desa Sembung dan Mragel).

Kemudian 1 desa di Kecamatan Karangbinangun (Desa Baranggayam), 1 desa di Kecamatan Kalitengah (Desa Gambuhan), 6 desa di Kecamatan Glagah (Desa Dukuhtunggal, Karangagung, Pasi, Soko, Wonorejo, dan Glagah).

5 desa di Kecamatan Paciran (Desa Drajat, Kranji, Paciran, Sidokumpul, dan Weru), 1 desa di Kecamatan Laren (Desa Karangtawar), 3 desa di Kecamatan Solokuro (Desa Dadapan, Solukuro, dan Tebluru).

Terakhir 1 Desa di Kecamatan Sarirejo (Desa Dermolemahbang), 1 desa di Kecamatan Kembangbahu (Desa Tlogoagung), dan 1 desa di Kecamatan Brondong (Desa Tlogoretno).

Sisi yang menarik dari perhelatan pemilihan kepala desa di beberapa daerah, termasuk di Kab. Lamongan adalah mitos adanya Pulung Wahyu yang diyakini akan membawa keberuntungan dan kemenangan salah satu calon pemimpin (Kades) tersebut.

Abah Hadi Seto, winasis atau spiritualis Lamongan mengatakan bab pulung atau wahyu itu selalu beriringan dengan suksesi atau pemilihan seorang pemimpin yang hakikatnya pinilih.

Pulung diyakini berwujud cahaya yang jatuh dari langit ini berwarna biru kehijauan. Cahaya itu terjadi dari manik-manik keemasan dan tembaga. Biasanya orang yang kejatuhan pulung hidupnya akan dipenuhi oleh belas kasihan kepada sesama. Banyak orang akan hormat sehingga ia disegani.

Pulung berkarakter cinta kasih. Sehingga jatuhnya pulung akan memilih orang yang akan memilih orang yang menjalani upaya lahir dan batin atau keprihatinannya mengamalkan cinta kasih kepada sesama, dalam mewujudkan keindahan, ketenteraman dunia. Amemayu Hayuning Bawana

Hanya saja menurut Abah Hadi, tidak semua orang yang kadunungan (memperolehnya), sehingga dibutuhkan syarat khusus agar pulung itu bisa merasuk pada seseorang calon Kades tersebut.

” Malam tadi pulung itu hakikatnya masih melayang-layang di angkasa, masih mencari wadah yang tepat. Pada siapa ia bersemayam adalah jiwa yang suci, tulus, tanpa pamrih, memiliki spiritualitas yang kuat sehingga ia akan menjadi pemimpin yang dipilih warga di hari ini,” tegas Abah Hadi.**(DANAR SP/ARIFIN K)

Related Articles

Back to top button