Di Balik Meninggalnya Pemeran Semar di Kampanye Ganjar

228 dibaca

▪︎Tengara Hilangnya Wahyu Keprabon

▪︎SURABAYA – POSMONEWS.COM,-
Pemeran Semar Badranaya dalam kampanye Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Solo, Jawa Tengah meninggal dunia usai pentas. Tepatnya jelang penyerahan wayang kepada Ganjar-Mahfud. Pemeran Semar Badranaya yang dimaksud adalah Blacius Subono. Seniman Kota Solo yang juga akademisi ISI Surakarta.

Mulanya, Blacius memerankan Semar dalam pentas wayang orang di acara kampanye Ganjar-Mahfud di depan Balai Kota Solo, Sabtu (10/1).

Dikutip melalui Detik, setelah pentas, acara dilanjut dengan penyerahan wayang kepada Ganjar dan Mahfud. Saat itu Blacius berdiri di belakang Ganjar.

Akan tetapi, tiba-tiba Blacius terjatuh. Dia lantas dibawa untuk diberi perawatan sehingga tidak mengikuti momen terakhir penyerahan wayang.

Saat penyerahan itulah Bono mendadak lemas, dan terjatuh, semua hadirin menjadi kaget. Ia langsung dibawa ambulan dibawa ke RSUD Moewardi.

Inilah ibarat pentas terakhir Bono. Ia memerankan pentas terakhirnya saat berkampanye untuk Ganjar-Mahfud. Dengan mengambil fragmen wayang orang itu menuturkan kisah Wisanggeni dan Semar Badranaya melawan Betari Durga dan anaknya, Dewasrani.

Ambisi Betari Durga dan Dewasrani itu menimbulkan kekacauan di alam semesta hingga akhirnya Semar meminta Wisanggeni menghadapi ibu beranak itu.

“Ternyata dia harus berhadapan dengan wisanggeni dan badranaya yang lahir dari rakyat,” katanya.

Pentas diakhiri dengan penyerahan wayang Wisanggeni kepada Ganjar oleh Puan Maharani. Sementara Wayang Semar diserahkan kepada Mahfud oleh Yenny Wahid.

Terlepas dari peristiwa naas, terhadap Bono, dari segi fisik, medis, takdir Ilahi maka ada pandangan metafisik yang dianggap membawahi. Hal yang banyak disebutkan oleh para tokoh winasis yang dihubungi posmonews.com, ada tengara yang kurang bagus terhadap nasib duet Ganjar Mahfud dalam Pilpres 2024.

Selain nomor 03 yang dianggap sebagai angka soal, keramat bahkan maut. Isyarat bahwa kematian Semar, Sang Pamomong itu dimaknakan musnahnya peluang untuk meraih Wahyu Keprabon alias gagal dalam meraih tahta tertinggi sebagai Presiden RI.

“Semar yang dianggap sebagai Dewa Wisnu yang juga diidentikan sebagai tokoh ponokawan itu berada pada pihak yang benar, para satria dan golongan putih. Namun justru ia harus mati, maka matilah peluang untuk merengkuh kursi keprabon yang ingin diraih oleh satria yang sebenarnya telah dijangkungi Sang Semar itu,” tutur Wong Agung Lamongan, tokoh spiritual dan budaya dari kota Lamongan, Jawa Timur.

Syahdan presiden Jokowi pernah menyebut tokoh berambut putih. Kalangan spiritualis juga menangkap Sasmita itu, misalnya KRT. Eko Wahyudi Rejso Mulyo, MM., tokoh spiritual asal Mojokerto juga menyimpulkan bahwa Ganjar adalah Satria Piningit dan Pinilih.

Sedangkan bagi kalangan winasis lainnya, menyimpulkan bahwa tokoh itulah yang telah dihinggapi ruh Sang Semar. Dan kala itu, yang dimaksud adalah Ganjar Pranowo. Namun kini seiring tengara ganjil, dan melihat hasil riil di lapangan sekarang, maka sangatlah sulit Ganjar-Mahfud bisa memenangi Pilpres 2024 ini. ▪︎[DANAR SP]