Berita Utama

KemenPUPR: DI Rentang Mampu Tingkatkan Produksi Pertanian

▪︎JABAR–POSMONEWS.COM,-
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memodernisasi jaringan irigasi di seluruh Indonesia. Langkah itu dilakukan guna mengairi areal pertanian dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Salah satu yang dikerjakan adalah implementasi modernisasi irigasi di daerah irigasi (DI) Rentang, Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan itu untuk mendukung areal pertanian seluas 87.840 hektare di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Indramayu.

Jaringan irigasi DI Rentang memanfaatkan debit Sungai Cimanuk. Dengan modernisasi itu, Ditjen SDA menargetkan produktivitas pertanian bisa meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

”Diperkirakan pada 2025 dapat meningkatkan indeks pertanaman hingga 280 persen di tiga kabupaten yang didukung DI Rentang,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah.

DI Rentang merupakan salah satu proyek untuk mendorong implementasi modernisasi irigasi. Zainal Fatah mengatakan, saat ini Indonesia memiliki DI seluas 9.136.028 hektare.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti membangun jaringan irigasi baru, pemeliharaan jaringan irigasi, serta rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi.

”Kita juga perlu melakukan modernisasi irigasi untuk meningkatkan keandalan layanan irigasi menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan melebihi perencanaan semula,” kata Zainal Fatah.

Dia mengatakan, modernisasi dilakukan melalui perbaikan dan pembaruan penyediaan air, perbaikan sarana dan prasarana irigasi, penyempurnaan sistem pengelolaan irigasi, penguatan institusi, serta pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

”Melalui modernisasi irigasi, kita mengharapkan perbaikan dan peningkatan kinerja layanan irigasi secara menyeluruh, khususnya pada jaringan irigasi yang dikelola pemerintah daerah,” terang Zainal Fatah.

Tak hanya memodernisasi saluran irigasi, lanjut dia, Ditjen SDA juga membangun 61 bendungan pada 2014 hingga 2024. Itu dilakukan untuk membantu peningkatan produksi pangan.

Dari 61 bendungan, sebanyak 52 bendungan memiliki total kapasitas tampungan 746,51 juta meter kubik dan memiliki potensi pemanfaatan layanan irigasi untuk 71 daerah irigasi.

Zainal Fatah menambahkan, dengan adanya bendungan itu, luas irigasi yang bisa dimanfaatkan bisa meningkat dari awalnya 761.542 hektare (10,66 persen) pada 2014 menjadi 1.147.510 hektare atau (16,17 persen) pada 2024.

”Sehingga indeks pertanaman yang semula rata-rata sekitar 137 persen akan meningkat menjadi sekitar 254 persen,” tutur Zainal Fatah.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button