Rapat Ekspose Dalam Rangka Pendampingan Hukum
▪︎BALI-POSMONEWS.COM,-
Kasi Datun, I Kadek Wahyudi Ardika, S.H., M.H. bersama Kasi Intel, Fajar Said, S.H., LL.M. beserta Jaksa Pengacara Negara (JPN) melaksanakan Rapat Ekspose Dalam Rangka Pendampingan Hukum Bidang Perdata Dan Tata Usaha Negara pada Pelaksanaan Pembangunan Factory Sharing Komoditi Kakao Kabupaten Jembrana Pada Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan I Komang Agus Adinata beserta jajarannya pada Pemerintah Kabupaten Jembrana Bali, Selasa (5/9/23).
Jembrana menjadi kabupaten dengan penghasil kakao terbaik di Bali. Dari data BPS Pada tahun 2022, Jembrana berhasil memproduksi 2.943 ton kakao turun dari tahun sebelumnya di angka 6.341 dan tahun 2020 di angka 3.009.
Factory Sharing
Guna terus meningkatkan nilai tambah komoditi kakao, pemerintah kabupaten Jembrana membangun rumah bersama produksi kakao atau factory sharing yang bertempat di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.
Bangunan yang menelan anggaran hingga Rp9,6 miliar ini mendapat bantuan dari pusat dan mulai dibangun pada awal Agustus yang lalu perkiraan selesai bulan November 2023.
Pembangunan factory sharing ini diperuntukkan sebagai tempat pengolahan kakao berskala besar sehingga tercipta berbagai produk olahan yang akan menambah nilai jual kakao untuk kabupaten Jembrana.
Kabupaten Jembrana telah melebarkan sayap ekspor ke manca negara. Diantaranya Eropa, Belanda, Perancis, Amerika, Cina, Jepang, Korea, Thailand.
Kualitas kakao asal Kabupaten Jembrana telah diakui. Hal ini tampak dari naiknya permintaan ekspor biji kakao fermentasi asal Jembrana.
Dengan potensi Wisata
Bali pariwisata Indonesia memiliki peluang yang besar untuk Kabupaten Jembrana turut mengembangkan potensi daerahnya dengan hasil pertanian biji kakao.
Bupati Jembarana I Nengah Tamba menyebut bahwa factory sharing yang ada di Bali selain difungsikan sebagai rumah produksi kakao, juga akan dimanfaatkan menjadi bagian dari ekonomi pariwisata di Kabupaten Jembrana.
“Rumah produksi coklat ini bukan hanya tempat biasa-biasa saja bisa, kita ingin juga sektor pariwisata masuk disini. Kita sediakan space untuk melihat secara langsung pengolah kakao termasuk didalamnya nanti ada ruang cafe untuk minum coklat dan souvenir dari produk coklat Jembrana,” ucapnya.(Putu/Agus)
