Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Dilanjutkan September 2024

▪︎Sekarang Masih dalam Taraf Lelang
▪︎BALI – POSMONEWS.com,-
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, memastikan proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan pada September 2024.
Hal tersebut disampaikan saat ditemui seusai rapat koordinasi persiapan World Water Forum ke-10 (WWF) di Nusa Dua, Badung, Bali, kemarin.
“Sekarang ini proses lelang, kemudian nanti mudah-mudahan September nanti bisa ditandatangani BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol). Kalau BPJT sudah tanda tangan, jalan (proyeknya),” ujar Menteri Basuki.
Dalam kesempatan tersebut Menteri Basuki menjelaskan, pemerintah akan mengambil alih untuk pembebasan lahan jalan tol.
“Kalau kemarin kan tanah dibebaskan oleh pemrakarsa. Kalau sekarang dibebaskan oleh negara,” terang Menteri Basuki.
Meski begitu, Pak Bas–sapaan akrab Menteri PUPR berharap sebelum September 2024 sudah mendapatkan investor agar proyek tersebut segera dilanjutkan.
“Jadi dilelang oleh pemerintah untuk mendapatkan investor baru yang tidak ada hubungannya dengan yang kemarin, itu syaratnya,” tandasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Muhammad Zaini Fattah, memperkirakan proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dapat dilanjutkan antara bulan Juli hingga September 2024. Saat ini, proyek itu masih dalam tahap tender.
“Kami lagi tender sekarang, mudah-mudahan di kuartal ketiga (Juli-September) tahun ini sudah bisa mulai lagi,” ujar Zaini saat ditemui di Nusa Dua, Bali.
“Targetnya kuartal ketiga paling lambat kuartal empat sudah bisa dilanjutkan lagi,” imbuhnya.
Perkembangan terbaru mencakup pelelangan ulang proyek pada bulan Maret dengan tujuan untuk memastikan kelancaran dan transparansi dalam pelaksanaannya.
Ruas jalan tol ini dirancang untuk menjadi solusi penting bagi mobilitas di wilayah setempat, dengan panjang total mencapai 96,84 km dan terbagi menjadi tiga bagian.
Mega proyek Jalan Tol Gilimanuk-Pekutatan, membentang sepanjang 53,6 km, diikuti seksi kedua, Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 km, dan seksi ketiga, Soka-Mengwi sepanjang 18,9 km. Pembangunan tol ini memerlukan pembebasan lahan dari 58 desa dan 13 kecamatan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung.
Biaya pembangunan Mega proyek ini mencapai puluhan triliun rupiah, menandakan komitmen besar terhadap peningkatan infrastruktur di Bali. Diperkirakan dana sebesar Rp 24,6 triliun akan dialokasikan untuk merealisasikan yang menunjukkan skala besar dan kompleksitasnya.
Penandatanganan perjanjian penjaminan jalan tol dijadwalkan akan dilakukan pada bulan September 2024 setelah proses lelang selesai.
Langkah ini menjadi langkah penting menuju tahap konstruksi yang diharapkan dapat dimulai setelah perjanjian penjaminan ditandatangani.
Mega proyek ini juga menjadi sorotan media nasional dan internasional karena dampaknya yang luas terhadap infrastruktur dan ekonomi regional.
Sejumlah perubahan strategis dan administratif telah diimplementasikan untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan proyek ini di masa mendatang.
Dengan pengembangan infrastruktur yang solid, diharapkan Bali dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata utama dan pusat ekonomi di Indonesia.
Tol Gilimanuk-Mengwi bukan hanya sekadar proyek pembangunan jalan tol, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan berkelanjutan dan pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Bali.▪︎[FEND]

