Berita Utama

Aremania Gelar Konvoi Motor dan Aksi Damai

▪︎Di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang

▪︎MALANG-POSMONEWS.COM,-
Aremania menggelar aksi damai dengan konvoi sepeda dari titik kumpul di stadion Kanjuruhan. Ratusan Arema ini menuntut keadilan jelang putusan atas Tragedi Kanjuruhan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (7/3/2023).

Aksi damai Aremania/perwakilan sebelumnya diajak dialog di dalam kejaksaan tapi di tolak dan dalam suasana yang agak panas karena terik matahari Aremania di temui diluar pagar kejaksaan dengan penjagaan yang ketat aparat. Pihak Arema dalam orasinya di wakili Dadang Holopes. Mereka membawa sepanduk dalam sepanduk ada foto korban meninggal dunia tragedi Kanjuruhan di sampin batu nisan dari triplek dengan tulisan Keadilan 1-10-2022.

Tampak hadir dialog Aremania Kejaksaan yang diwakili Deddy Agus, Kasi Intel juga kasi yang lainnya, Kapolres Malang, Putu Cholis Aryana, Pemerintah diwakili PLT Dispora, Nur Cahyo, SH.MH, PU Cipta Karya, Dr. Budiar Anwar, Kadisnakertrans, Drs. Yoyok Wardoyo, MM.

Para demonstran menyuarakan enam tuntutan di hadapan Kejari dan diwakili Agus Oktavianti Kasi Intel. Di antaranya menuntut Danki 1 Brimob Polda atas nama AKP Hasdarmawan yang telah mengaku di persidangan, telah memerintahkan penembakan gas air mata pada tragedi kanjuruhan, agar dihukum maksimal sesuai hukum yang berlaku tanpa pertimbangan apa pun.

Kedua, menuntut pelaksanaan atau realisasi atas rekomendasi TGIPF dan menghukum seluruh pihak yang bertanggungjawab yakni operator liga dan media pemegang hak siar sesuai rekomendasi dari TGIPF.

Tiga, menuntut restitusi kepada keluar korban tragedi Kanjuruhan agar dimasukkan dalam tuntutan oleh JPU.

Empat, menolak pemugaran stadion Kanjuruhan dan di bangun kembali karet selama proses persidangan proses rekonstruksi kejadian perkara tidak berada di tempat kejadian terjadinya tragedi.

Lima, Menuntut pemerintah dan club’ uni membuat stadion baru di lokasi berbeda sebagai home base Arema FC

Enam, menuntut pemerintah stadion Kanjuruhan dijadikan monumen atas jatuhnya korban Aremania. Tragedi yang menewaskan 135 jiwa ini menurut Kasi Intel Deddy Agus sidang masih berlangsung dengan agenda Replik dan Duplik.

Sementara Kapolres Malang, AKBP Putu Cholis, bersama dengan pemerintah daerah terus memperhatikan keluarga korban 135 tragedi Kanjuruhan.

Dimana Minggu lalu Kapolres memfasilitasi keluarga korban bertemu dengan Gubernur Jawa Timur dan selang dua hari bertemu juga dengan Forkopimda keluarga korban tragedi Kanjuruhan sudah menyatakan untuk membuat rumah bersama atau paguyuban untuk memudahkan komunikasi.▪︎(AHM/Dadang)

Related Articles

Back to top button