Berita Utama

Perum Jasa Tirta I Melakukan “Flushing” Dua Bendungan Blitar

▪︎BLITAR-POSMONEWS.COM,-
Perum Jasa Tirta I melakukan flushing (penggelontoran) dua bendungan di Blitar.
Kegiatan ini untuk pemeliharaan infrastruktur sumber daya air. Aktivitas rutin lebih dikenal istilah “pladu” ini dilaksanakan mulai 5 hingga 11 Maret 2023.

Humas Perum Jasa Tirta I, Didit Priambodo, mengatakan dua bendungan yang akan di-flushing yakni Bendungan Wlingi Raya masuk wilayah Desa Tumpang, Kecamatan Talun dan Bendungan Serut yang masuk wilayah Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro.

“Pelaksanaannya selama sepekan. Kami mulai tanggal 5 sampai 11 Maret 2023. Tentu agenda ini akan berdampak, makanya perlu kami informasikan kepada pemda dan pihak kepolisian setempat serta warga sekitar bendungan,” kata Didit kepada media, Kamis (2/3/2023).

Dampak yang terjadi, jelasnya, akan ada peningkatan debit air sehingga membutuhkan peningkatan kewaspadaan dan pengamanan. Baik di wilayah bendungan sampai ke hilir aliran. Selama flushing, warga sekitar juga dilarang mendekati area bendungan dan aliran sungai sepanjang hulu hingga hilir.

Flushing merupakan agenda rutin setiap tahun. Tujuannya untuk mengurangi laju sedimentasi yang masuk ke area bendungan. Untuk itu, menjadi pertimbangan kondisi iklim ketika flushing dilaksanakan. Jangan sampai fungsi bendungan tidak bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar.

Menurutnya kegiatan pladu ini akan dilakukan selama 1 pekan ke depan. Kegiatan flushing selama 1 pekan ini akan gelar di Bendungan Wlingi Raya dan Bendungan Serut.

Flushing sendiri merupakan agenda rutin setiap tahun dijalankan Perum Jasa Tirta I. Tujuan Flushing sendiri yakni untuk mengurangi laju sedimentasi yang masuk ke area bendungan.

Untuk itu, menjadi pertimbangan kondisi iklim ketika flushing dilaksanakan. Jangan sampai fungsi bendungan tidak bisa memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar.

“Seperti sekarang ini musim hujan. Pasca flushing harus kita pastikan ketersediaan air. Jangan sampai bendungan berkurang debitnya. Kapasitas air bendungan harus terjaga,” jelasnya.

Saat proses flushing ribuan ikan akan ikut hanyut sehingga lebih mudah masuk perangkap atau jaring. Hal itulah yang biasanya dimanfaatkan warga sekitar bendungan.

Kondisi ini pun tentu sangat berbahaya. Namun warga telah hapal dan menjadikan budaya Pladu sebagai kearifan lokal. Warga sudah memahami kondisi, kapan mereka bisa mendekati bendungan dan kapan harus menjauh.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button