Proyek Betonisasi Jalan Perbatan Krian–Balongbendo Ditutup Total
▪︎SIDOARJO-POSMONEWS.COM,-
Dampak masifnya proyek betonisasi beberapa jalan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, saat ini banyak akses jalan ditutup sementara (arus Lalin dialihkan).
Program betonisasi terus dikebut tahun ini di beberapa ruas jalan desa yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo. Terdapat 17 ruas jalan dengan panjang keseluruhan 21 kilometer akan dibeton dan ditargetkan akhir tahun 2022 tuntas pengerjaannya.
Melalui program betonisasi diharapkan jalan yang sebelumnya rusak dan berlubang tidak lagi ada. Dengan begitu akan memperlancar akses mobilitas warga dan juga menunjang aktivitas perekonomian.
Salah satunya ruas jalan di Panjunan-Suko. Tepatnya di Desa Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo, menjadi salah satu prioritas jalan untuk dibeton. Jalan sepanjang 1,9 kilometer itu menelan anggaran Rp. 12,3 miliar.
Jalan yang tengah dalam proses betonisasi di Sidak Wakil Bupati Sidoarjo, H. Subandi SH, didampingi Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Sidoarjo, Dwi Eko, serta aparat Kecamatan Sukodono dan perangkat desa setempat.
Jalan tersebut saat ini bergelombang karena pelat betonnya ambles parah akan diperbaiki. Mulai Senin (19/9/2022), jalan bakal dibeton ulang. Rencananya, jalan perbatasan Krian–Balongbendo tersebut ditutup total. Pengendara dialihkan ke jalan lain.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menyatakan bahwa lelang proyek itu sudah tuntas. Surat penunjukan penyedia barang/jasa (SPPBJ) juga diberikan pada 12 September lalu.”Senin kemarin mulai diintervensi beton,” kata Dwi.
Total panjang jalan yang digarap mencapai 575 meter. Saat ini jalan sepanjang 471 meter rusak.”Nanti beton yang rusak dikelupas dulu, lalu diganti beton. Yang masih kuat dijadikan fondasi beton,” terangnya.
Pihaknya akan mengangkat dulu beton atas precast yang rusak. Setelah itu, lapis fondasi bawahnya diperbaiki dengan agregat A setebal 15 sentimeter.
Baru kemudian dipasang geotekstil untuk mencegah masuknya air ke sela-sela pelat beton yang merusak lapis fondasi bawah. Dengan begitu, jalan lebih awet. Terakhir, jalan ditutup beton lagi, baru diaspal.
Dwi menyampaikan, selama perbaikan beton di Jalan Kemangsen, jalan itu bakal ditutup total. Tidak dibuka tutup separo. Sebab, perbaikan langsung dilakukan di seluruh badan jalan. Bukan di setengah sisi jalan. Nah, pengendara dari barat atau timur dialihkan melewati Jalan Imam Bonjol, Krian, berada di sisi utara jalan tersebut.**(fend)

