Berita

SMPN 2 Kepanjen Galakkan Ekskul Merangkai Robotik

▪︎MALANG-POSMONEWS.COM,-
Ekstra kurikuler manufaktur komponen otomotif berbasis digital dan daur ulang, terus melengkapi sebagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah SMPN 2 Kepanjen, Malang.

Kepala SMPN2 Kepanjen, Malang, Ainul Muthaqin, SPd. juga pencetus ide di sekolahnya mengungkapkan, bentuk pemanfaatan teknologi tersebut adalah serangkaian sarana robotik serta otomatisasi kadang sulit kadang mudah, termasuk budidaya tanaman anggrek di depan ruangannya.

“Pesatnya perkembangan teknologi di era kekinian (gejet), secara otomatis juga mengakrabkan anak didiknya terhadap teknologi itu sendiri. Bahkan sekarang anak muda enggak sekadar menggunakan gawai, mereka juga sudah diperkenalkan kepada cara kerja robot, lewat ekstrakulikuler (ekskul) robotik di sekolah, ya memang mahal tapi asik untuk era digital ini,” ungkapnya.

Salah satunya pelajar kelas 8 sudah mengikuti ekskul robotik dan juara tingkat Kabupaten Malang di sekolahnya sejak duduk di kelas 7. Ekskul robotik di SMPN 2 Kepanjen terbilang masih baru.

“Saat ini siswa aktif di Kompetisi Sains tingkat dasar anggota dari robotik masih berjumlah 17 dan kecil untuk ukuran anak SMPN 2 Kepanjen,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/8/2022).

Menurutnya, sekarang ini siswa-siswinya banyak yang tertarik mengikuti ekskul robotik, karena mereka menyukai teknologi kadang susah dan sangat menantang.

“Saya sangat tertarik dengan teknologi yang bisa mempermudah kegiatan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut Ainul Muthaqin mengatakan, dari anak didiknya selama tergabung dalam ekstrakulikuler robotik, mendapat banyak ilmu soal merancang sebuah mesin atau robot. Tidak hanya itu, mereka juga bisa mengasah kreativitasnya.

“Latihan juga biasanya belajar buat robot-robot sederhana dari barang daur ulang, bahannya semacam lego dan boneka bekas. Robot masih standarlah, istilahnya. Saya juga belajar bikin programnya di gejet,” katanya.

Meski mengaku menyukai bidang robotik, masih kerap mendapat sejumlah tantangan. Di antaranya seperti pembuatan program dan merangkai komponen elektronik robot.

“Karena itu komponen elektroniknya harus dapat bergerak sesuai dengan yang ada di program. Tapi di situlah letak keseruannya,” pungkas dia.

Dia menambahkan, selain mengasah kreativitas, robotik juga menuntutnya berpikir kritis agar komponen elektrik dapat bergerak sesuai dengan program yang telah dibuat. Belajar program dalam robotik itu gampang-gampang susah.**(ahm/ade)

Related Articles

Back to top button