Visi-misi Paslon Bupati Malang dalam Debat Pertama
▪︎ Kritikan dari Paslon Lawan
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua (2), Gunawan HS dan dr. Umar Usman (Gus) dan Pasangan nomor satu (1) Sanusi dan Lathifah Shohib (Salaf) petahana memaparkan visi dan misi mereka di debat publik pertama. Mereka fokus di peningkatan kualitas peningkatan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, hingga insfratruktur.
Debat publik digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, pada Jumat (25/10/2024) malam. Debat pertama dari tiga debat yang dilaksanakan. Kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang hadir untuk memaparkan program-program mereka kepada masyarakat kabupaten Malang.
Debat pertama ini bertema *Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah*. paslon Gus (2) dan Salaf petahana (1) memilih tiga aspek di atas yang menjadi fokus mereka dalam debat pertama dari tiga yang akan datang.
“Untuk menyejahterakan rakyat kabupaten Malang, mereka harus pintar, sehat, dan ekonominya baik,” ujar paslon (1) petahana, di sesi pertama, Sanusi.
Ia memaparkan hal tersebut telah menjadi prioritasnya saat menjadi Bupati Malang. Sanusi mengklaim kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Malang telah meningkat selama dia memimpin sampai saat ini.
Di samping itu, harga komoditas pertanian semakin tinggi. Pendapatan desa dari desa wisata yang di kelola oleh BUMDES makin tinggi diantaranya Bonpring, Pujon Kidul. Katanya.
Kritikan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor 2, Gunawan HS dan dr Umar Usman (Gus) mengkritisi terkait pendidikan di masa kepemimpinan Sanusi selama ini. Di antaranya adalah terkait pungutan di sekolah yang selama ini dilakukan oleh SMPN di kabupaten Malang .
“Saya mengamati SMP Negeri wajib belajar 9 tahun di bawah dinas pendidikan Kabupaten Malang yang menjadi kewenangan pemerintah (di Kabupaten Malang) ini tidak ada yang gratis. Semuanya berbayar sampai sekarang, cuma bentuknya aja beda dan ada di semua sekolah SMPN,” ujar Gunawan saat segmen debat terbuka Debat Publik putaran Pertama dari tiga yang akan di laksanakan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang.
Menanggapi kritikan ini, Sanusi mengatakan tak semua sekolah menjadi wewenang Pemerintah Kabupaten Malang. Selama ini ia telah menegaskan kepada kepala sekolah agar tidak memungut biaya apa pun.
“Saya sudah buat edaran dilarang memungut. Kalau ada langsung saya perintahkan inspektorat untuk menginvestigasi. Jadi kalau terjadi pelanggaran, kepala sekolahnya sudah kami tindak,” ujar Sanusi.▪︎(AHM)
#https://posmonews.com