Berita Utama

Trend “Salam dari Binjai” Bocah di Lamongan Rusak Pohon Pisang

Belakangan media sosial ramai dengan kalimat “Salam dari Binjai”. Biasanya, salam ini kemudian diikuti dengan memukul pohon pisang. Setelah ditelusuri, ternyata “Salam dari Binjai” berkaitan dengan video viral yang dibagikan di platform TikTok.

Video itu memperlihatkan seorang pemuda menunjukkan aksinya “meninju” pohon pisang hingga patah. Pada awal dan akhir video, pemuda ini uniknya selalu mengucapkan “Salam dari Binjai”. Hal ini yang mencuri perhatian warganet dengan ditonton jutaan kali dan banyak di-stitch atau diduetkan para user TikTok dan diunggah ulang.

Sejumlah anak-anak dari beberapa daerah pun mencoba mengikuti tren ini. Sayangnya, beberapa dari mereka justru memukul pohon pisang yang bukan miliknya. Seperti yang terlihat dalam video yang diunggah oleh akun instagram @berita_lamongan_ ini.

“Detik-detik beberapa bocah menebangi pohon pisang karena menirukan yang lagi viral. Kejadian tersebut pada 24 Oktober 2021 dan para pelaku sudah diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan yang merugikan orang lain,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Pada video pertama terlihat beberapa anak tengah merusak pohon pisang di sebuah kebun. Mereka terlihat menaiki pohon pisang hingga membuat pohon-pohon tersebut patah. Mereka pun terdengar tertawa saat melancarkan aksinya. Peristiwa itu terjadi pada malam hari.

Selanjutnya pada video kedua terlihat sebuah kebun yang penuh dengan pohon pisang yang rusak. Dalam video terdengar jika pohon-pohon tersebut rusak akibat tren ‘Salam dari Binjai’ yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sejumlah anak yang terinspirasi atau ingin meniru “Salam dari Binjai”, merusak setidaknya 50 pohon pisang di Desa Surabayan, Sukodadi, Lamongan.

Pohon-pohon pisang tersebut roboh. Padahal tak sedikit pohon pisang yang sedianya hendak dipanen. Kelakuan nakal bocah-bocah itu terekam dalam video yang viral.

Ada sejumlah video yang memperlihatkan anak-anak itu menendang, mendorong, memukul, mengglayuti, hingga menaiki pohon pisang yang berdiri tegak hingga pohon pisang itu roboh.

Pohon pisang yang menjadi sasaran adalah yang berdiri di kebun pisang dan juga pematang sawah. Tanpa merasa berdosa, anak-anak itu bersenda gurau sambil terus berusaha merobohkan pohon pisang.

Tidak hanya pohon pisang yang besar, pohon pisang yang kecil juga jadi sasaran. Bahkan pohon pisang yang sudah berbuah juga menjadi sasaran anak-anak yang rata-rata masih berusia sekitar 12 tahun ini. Dalam video ini juga terdengar suara cekikikan anak-anak ini sambil berusaha merobohkan pohon pisang.

“Salam dari Binjai iki,” terdengar teriakan salah satu anak di dalam salah satu video.

Kepala Desa Surabayan Sunarto membenarkan jika peristiwa perusakan pohon pisang tersebut terjadi di desanya.”Iya mas, di desa saya,” kata Sunarto saat dikonfirmasi, Selasa (2/11/21).

Sementara, Sekretaris Desa Surabayan Rendi Hardianto juga membenarkan kejadian perusakan pohon pisang itu. Rendi menyebut setidaknya ada 50 pohon pisang milik 5 warga Desa Surabayan rusak akibat ulah anak-anak ini.

50 Batang pohon pisang yang dirusak itu berdiri di lahan milik Sunaji, Hariadi, Harto, Kusnan dan milik Rendi sendiri.

“Lahan pisang milik 5 warga, pelakunya banyak, ada paling nggak 10 anak yang berasal dari luar desa,” kata Rendi.
**(danar/dtk)

Related Articles

Back to top button