Kementerian PU: Tol Puncak Dibangun pada Era Prabowo
▪︎JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Kementerian PU
memastikan mega proyek Jalan Tol Puncak dibangun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Kementerian PU, Triono Junoasmono, mengatakan pihaknya sedang dalam proses pengkajian untuk rencana pembangunan Tol Puncak.
“Tol (Puncak) lagi dikaji,” tutur Triono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
Proyek pembangunan Jalan Tol Puncak diyakini menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan di Puncak. Triono memastikan pembangunannya akan dilakukan pada pemerintahan Presiden Prabowo, saat ini.
Triono juga mengklaim sudah ada pihak yang memprakarsai proyek tersebut.
“Insya Allah, iya (dibangun di pemerintahan saat ini). Kita kan lagi ada prakarsa yang mengusulkan,” ujarnya.
Adapun tol prakarsa berarti sudah ada badan usaha swasta yang mengusulkan pembangunan jalan tol tersebut. Nantinya, badan usaha itu akan menyiapkan studi kelayakan “feasibility study” (FS).
“Jadi ini kan prakarsa. Ada badan usaha prakarsa. Nanti setelah itu mereka menyiapkan FS-nya. Jadi belum sampai ke FS, nanti abis itu mereka menyiapkan FS. Ada peminat yang mau memberikan untuk bikin kajian itu,” tegas dia.
Namun, Triono enggan membocorkan siapa pihak swasta tersebut. Dia hanya mengatakan pemrakarsa itu merupakan perusahaan dalam negeri.
Sementara itu Tol Puncak nantinya akan didukung dengan skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Sementara itu Staf Ahli Menteri PU, Endra Atmawidjaja, mengatakan proyek Jalan Tol Puncak masih menunggu FS sebelum akhirnya dilelangkan. Selain itu, pihaknya hingga saat ini masih melakukan serangkaian kajian dalam sosial dan lingkungan.
“Belum masuk lelang. Proyeksi nilai belum, masih dievaluasi dampak sosial ekonomi. Itu kan juga banyak perumahan di bawah situ, lagi dikaji, masih pra-FS,” ujarnya.
Sedangkan mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, sempat membenarkan ada rencana membangun Jalan Tol Puncak yang akan membentang dari Sentul hingga Taman Bunga.
Rencana pembangunan Tol Puncak sendiri telah terdengar sejak awal tahun 2023 lalu. Proyek Tol Caringin-Puncak-Cianjur alias Tol Puncak telah tercantum dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Tol dengan target terbangun/operasi pada 2030-2034.
Sedangkan total biaya yang dibutuhkan konstruksi tol tersebut mencapai Rp 24,37 triliun, terdiri atas pembangunan untuk lima seksi tol sepanjang 51,8 kilometer (km). Rinciannya, Seksi 1 sepanjang 11,6 km memakan biaya hingga Rp 3,1 triliun.
Kemudian Seksi 2 sepanjang 6,9 km membutuhkan biaya konstruksi Rp 2,4 triliun, dan Seksi 3 sepanjang 9,7 km membutuhkan biaya Rp 8,02 triliun.
Kemudian Seksi 4 sepanjang 7,3 km membutuhkan biaya konstruksi sekitar Rp 1,68 triliun. Untuk Seksi 5 sepanjang 16,3 km membutuhkan biaya sebesar Rp 9,07 triliun.▪︎[FEND]

