Pembangunan SPAM di Malang Selatan

Kekurangan air bersih di Rejoyoso Kecamatan Bantur, Malang Selatan menjadi perhatian serius Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM.
Adanya SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di daerah selatan untuk mengakhiri kekurangan air diwaktu kemarau seperti sekarang ini yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
Beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi di kantor Humas PD Tirta Kanjuruhan, Wahyu Poernomo mengatakan bahwa penyediaan air bersih itu bisa memenuhi wilayah selatan diambilkan dari Kali Lesti.
SPAM sedianya akan dibangun di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, untuk memenuhi wilayah Malang Selatan dalam mengatasi kekeringan dan kesulitan air bersih.
“Dari hasil koordinasi dengan PJT (Perum Jasa Tirta) dan Balai Besar Brantas yang memiliki kewenangan Kali LESTI dengan mendapatkan rekomendasi untuk memanfaatkan air tersebut sampai 1000 liter per detik dan yang dibutuhkan hanya 500 liter per detik,” ungkap Bupati di launching Logo Hari Jadi Kabupaten.
Dengan kapasitas 500 liter per detik, lanjut Bupati Malang, sudah mampu mengaliri air bersih untuk 6 kecamatan di wilayah selatan.
Kehadiran Bupati Malang, H.M. Sanusi di Balai Desa Rejoyoso Kecamatan Bantur, (17/9/’20) didampingi Dirut PD Tirta Kanjuruhan juga Direktur Tehnik, Ir. Abdul Haris, menjelaskan untuk memejuhi wilayah Malang Selatan di 6 kecamatan; Bantur, Pagak, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Donomulyo dan Kalipare.
“Kami PD Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang bersama tim telah melakukan survei RDS (Real Demmaand Survei) hasilnya ada 50.000 lebih peminat untuk pemasangan baru PD Tirta Kanjuruhan,” ungkap Dirut PD Tirta Kanjuruhan.
Dia menjelaskan, untuk memenuhi pelanggan baru itu dapat diwujudkan dengan pembangunan SPAM dan airnya berasal dari Sungai LESTI dengan kapasitas 500 liter per detiknya.
Sungai LESTI pada musim kemarau seperti sekarang ini aliran airnya mencapai 22.000 liter per detik dan jika musim hujan aliran air bisa mencapai 31.000 lebih liter per detiknya.
Sungai LESTI melewati Bantur, Gedangan sampai Kalipare. Samsul Hadi yang didampingi Abdul Haris Direktur Tehnik PD Tirta Kanjuruhan menegaskan untuk membebaskan wilayah selatan akibat kekeringan dan kesulitan air bersih.
Sedangkan perencanaan pembangunan SPAM akan dimulai pada tahun 2021-2023, selama dua tahun baru tahun 2023 masyarakat bisa memanfaatkannya.
Dari 33 kecamatan hanya Malang Selatan dengan 6 kecamatan yang belum terjangkau oleh PDAM hanya sebagaian di Donomulyo yang memanfaatkan dari sumber air gua Kali Sat bantuan dari Honggaria.
“Terkait pembiayaan SPAM ini diperkirakan menelan 500 miliar yang bersumber dari Pemkab Malang 30 persen dan Sinta dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat PUPR,” terang Samsul Hadi.
(ahmad/agus/jono)




