KINI POT DATANG UNTUK MENOLONG

Oleh: Birgaldo Sinaga
Lelaki berumur kepala empat itu berdiri tegak. Tas punggung berwarna hijau bersandar di pundak kanannya. Tangan kanannya memberi hormat. Kepalanya menengadah ke arah atas tiang bendera. Lelaki itu memberi hormat kepada Sang Saka Merah Putih dengan sikap sempurna.
Lelaki itu adalah dokter Otto Rajasa. Orang memanggilnya dokter Pot. Suami dari dokter Alia Shahnaz.
Dokter Pot belum lama kembali ke kotanya Balikpapan. Ia baru saja selesai menjadi dokter relawan Covid 19 di RS Khusus Covid 19 Wisma Atlet. Selama 4 bulan dokter Pot bertugas merawat pasien Covid 19.
Tadinya hanya 2 bulan saja. Tapi dokter Pot diminta lebih lama karena dokter relawan tidak banyak yang bersedia bertahan.
Saya teringat dengan kisah dokter Pot saat dia masih bekerja di sebuah perusahaan minyak di Balikpapan. Dokter Pot dipaksa mundur dari perusahaan itu oleh orang-orang yang melaporkan unggahan dokter Pot.
Opini Pot soal aksi demo 212 yang menuntut Ahok dipenjara. Pot tidak punya pilihan lain. Tekanan massa begitu besar. Pot mundur dari tempatnya bekerja. Ia juga didesak untuk minta maaf. Pot minta maaf.
Sayangnya, maaf Pot itu tidak menurunkan amarah orang-orang itu. Pot dilaporkan ke polisi. Pot ditahan. Dituntut pasal penistaan agama. Padahal agama Pot adalah Islam.
Pot menerima takdirnya. Ia tidak melawan. Ia tidak meminta saya dan teman-teman seperjuangan untuk membelanya. Ia tidak menggunakan jalur-jalur kekuasaan untuk menyelamatkan dirinya. Ia menerima semua itu dengan ikhlas dan tenang.
Pada 26 Juli 2017, para hakim mewakili Tuhan Yang Maha Esa memutus bersalah Pot. Pot dihukum oleh hakim pengadilan selama 2 tahun penjara, subsider 1 bulan penjara denda 50 juta rupiah.
Istrinya dokter Put terlihat tegar meski menangis menerima vonis penjara itu. Put memeluk Pot erat. Air mata menetes deras dari kedua mata Put. Momen Pot digelandang ke dalam penjara itu benar-benar mengharukan.
Bagaimana mungkin dokter yang penuh welas asih ini diseret ke penjara dengan pasal penistaan agama yang dianutnya sendiri?
Di dalam penjara Pot dengan cepat beradaptasi. Ia ikhlas. Ia menerima takdirnya.
Di dalam penjara Pot banyak menolong napi. Napi yang sakit. Di sana Pot merawat dan mengobati napi yang bermasalah kesehatannya. Ia disenangi teman-temannya satu selnya. Ia menjadi penolong banyak orang.
Pada 2019, Pot bebas dari penjara. Ia menghirup udara bebas. Ia tidak mendendam pada orang-orang yang menyeretnya ke penjara. Ia tetap tersenyum baik pada orang-orang yang dulu memenjarakannya.
Hari ini, dokter Put mengabarkan suaminya dokter Pot kembali melayani sebagai dokter di Balikpapan.
Balikpapan zona merah Covid 19. Banyak kasus baru muncul. Dokter Sriyono, Kabid Binkesmas Balikpapan yang juga Plt. Kabid P2P meninggal dunia. Ia terkena Covid 19. Ia hanya bertahan 24 jam di ICU.
Dokter Put menulis Dinkes Balikpapan semakin kekurangan tenaga untuk mengurus ruang isolasi yang mungkin ke depan akan menjadi RS darurat hingga wabah berlalu.
Sudah ada 80 tenaga kesehatan tertular Covid dan tidak bisa menjalankan tugas.
Kepala dinkes pun menghubungi Pot yang dulu pernah mendaftar relawan di Balikpapan.
Kebetulan Pot punya sedikit pengalaman di Wisma Atlet untuk membantu mewujudkan ruang isolasi di Asrama Haji Balikpapan.
Tidak pake lama Pot langsung menjawab bersedia membantu. Pot bahagia masih diberi kesempatan untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk negeri tercinta, Indonesia.
Tepat pada tanggal 17 Agustus 2020 Pot kembali menjadi relawan mulai menjaga 36 pasien Covid-19 yg mayoritas bergejala ringan di Asrama Haji yg mulai buka tgl. 15 Agustus.
Pot adalah anak bangsa yang sangat mencintai negerinya. Mencintai negerinya diwujudkannya dengan mencintai sesama manusia tanpa pandang SARA. Ia suka menolong. Helaan nafasnya adalah kemanusiaan.
Tiga tahun lalu, dokter Pot dipaksa masuk penjara oleh teman2nya sendiri di Balikpapan.
Kini, dokter Pot kembali datang ke kota yang pernah memenjarakannya. Untuk menolong dan merawat warga kotanya. Bisa jadi orang-orang yang menghujatnya dulu ada di sana. Menunggu pengobatan dokter Pot. Dokter yang penuh cinta pada kemanusiaan itu.(**)
Penulis
Birgaldo Sinaga
✊🇲🇨✊

