Gubernur Jatim Tinjau RSJ Menur

134 dibaca

Upaya mengantisipasi wabah virus corona (Covid-19) Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan 132 bed ruang isolasi pada dua rumah sakit berbeda. Sebanyak 112 bed ruang isolasi disiapkan di RS Jiwa Menur Surabaya dan sebanyak 20 bed ruang isolasi disiapkan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Saat ini, penyiapan ruang isolasi tambahan itu sudah memasuki tahap finalisasi. Setelah bed tersusun, tinggal menunggu pemasangan sekat kaca, ventilator dan juga negatif pressure (tekanan negatif).
“Langkah kuratif yang disiapkan Pemprov Jatim untuk menangani wabah virus corona yaitu dengan menambahkan 132 ruang isolasi. Sebanyak 112 bed diantaranya di sini, dan 20 bed lainnya di RSUD dr Seotomo,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (17/3).
Ruang isolasi tambahan di RS Jiwa Menur ini akan terintegrasi dengan RSUD Dr Soetomo dengan support tenaga medis yang sudah ahli di bidang infeksi dan paru yaitu tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging (Pinere).
Khofifah menambahkan dengan adanya ruang isolasi tambahan ini, masyarakat yang membutuhkan isolasi mandiri namun tidak memungkinkan untuk mengisolasi diri di rumah maka bisa dilayani menggunakan ruang isolasi ini.
“Misalnya ada warga yang setelah swap yang butuh dilakukan penanganan isolasi mandiri. Akan tetapi di rumahnya banyak tamu dan lain-lain sehingga tidak menungkinkan mengisolasi secara mandiri, maka bisa dilakukan isolasi di sini,” jelasnya.
Gubernur perempuan pertama Jatim ini mengatakan saat ini di Jatim terus melakukan langkah antisipasi, baik pencegahan maupun persiapan layanan pengobatan. Melalui penanganan di sebanyak 41 rumah sakit rujukan utama di Jatim terkait covid-19.
Selain itu, Pemprov Jatim melalui Satgas Penanganan Covid-19 juga melakukan upaya menurunkan potensi penyebaran virus corona. Satgas ini melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat publik mulai masjid sebagai sarana ibadah masyarakat, ruang tunggu bandara, terminal dan stasiun, dan juga di tempat-tempat pelayanan publik.
“Kami juga mengajak BUMN maupun sektor privat untuk gotong royong menyemprotkan disinfektan dan membagikan masker di lingkungan terdekat. Karena kalau kita sendirian pasti nggak nutut, butuh kerjasama dan gotong royong antar elemen,” tegasnya. Haris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here