Penyaluran Benih Ikan Simpangsiur

220 dibaca

Dinas Perikanan Kabupaten Malang, menyalurkan 40.000 ekor bibit ikan nila. Benih ikan tersebut diberikan kepada kelompok petani di Desa Jambuer Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.
Dari berbagai informasi yang dihimpun posmonews.com bahwa penyaluran benih ikan nila tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Mengapa demikian? Ternyata dalam praktik penyaluran benih ikan nila tersebut dilakukan dengan cara kiloan.
Kepala Desa Jambuer, Tuwuhadi, mengaku memang penyaluran benih ikan nila tersebut dilakukan dengan cara kiloan.”Bantuan benih ikan itu dilakukan kiloan. Sedangkan bantuan yang lain dari Dinas Perikanan berupa waring (jaring ikan), pakan ikan sekitar 7 ton, ember plastik besar,” katanya.
Lebih lanjut Tuwuhadi menjelaskan bahwa data-data secara detail tentang bantuan benih ikan nila beserta peralatan perikanan ada di kantor desa.
Tuwuhadi menegaskan, penyaluran benih ikan nila di Desa Jambuer tahun 2018. Bantuan bibit ikan diharapkan masyarakat gemar makan ikan.
Anehnya benih itu kecil-kecil 2-4 cm. Tapi kok ada benih kiloan yang siap di konsumsi dan pada dasarnya bantuan ini untuk mencalonkan lagi sebagai kepala desa. Untuk pupuk subsidi ini yang ada masalah di warganya sebagian dijual di desa lain.
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Dra. Mudji Astutik, menjelaskan bantuan bibit ikan nila di Desa Jambuer, sekitar 40.000 ekor, waring (jaring ikan) 20 rol, ember besar, paralon dan pakan ikan.
“Saya sudah konfirmasi dua kali ke kantor desa. Kepala desa beserta Ketua
Gapoktan panik, kok katanya ingin mendirikan wisata ikan,” katanya.
Sedangkan Camat Kromengan, Kabupaten Malang, Nico menjelaskan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi selama ini masih belum ada laporan terkendala.”Saya belum menerima laporan ada kendala,” jelasnya.
Sedangkan Camat Nico menjelaskan bahwa bantuan bibit ikan nila ada juga yang besar dan ada dalam bentuk kiloan.”Saya rasa waring yang ada belum cukup untuk kebutuhan petani,” pungkasnya. (alamsyah)