“Jangan Buang Sampah dan Limbah”

154 dibaca

Meskipun zaman sudah moderen, tapi masih saja ada sebagian masyarakat yang kurang sadar untuk menjaga sungai dan ekosistem di dalamnya. Entah tidak tahu apa memang tidak perduli akan banyak dampak negatif jika ekosistem di sungai rusak. Mulai dari punahnya biota sungai sampai banjir.
Kesadaran itu dimulai dari pola fikir masyarakat yang menganggap sungai layaknya sebagai tempat sampah. Sehingga hal itu membuat warga seenaknya sendiri membuang sampah dan limbah. Imbasnya membuat sungai menjadi bau, kotor dan tercemar. Ditambah lagi masalah pendangkalan sungai.
Menindaklanjuti pola berfikir sebagian masyarakat yang salah itu, wajib kiranya bagi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyadarkan dan mengajak masyakarat untuk menjaga, memelihara ekosistem sungai khususnya sungai yang ada di Jawa Timur.
Oleh sebab itu, saat menghadiri Festival Perahu Nusantara yang digelar Pangdam V Brawijaya di Taman Prestasi Sungai Kalimas Surabaya, Minggu (22/12) pagi.
Khofifah berpesan agar masyarakat bisa selalu menjaga sungai dan jangan anggap sepele permasalah-permasalahn yang ada di dalamnha. Menginggat saat ini Pekerjaan Rumah Pemprov jatim menjaga kebersihan Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo.
“Butuh kesadaran semua pihak akan pentingnya memperbaiki ekosistem sungai. Saat ini, masyarakat cenderung berpikir jika membuang sampah di sungai adalah cara paling efektif dan praktis untuk mengatasi masalah sampah namun diluar itu justru hal tersebut berakibat fatal dan mengancam keberlangsungan ekosistem sungai dan laut,” ungkap Khofifah.
Lebih lanjutnya, dia menegaskan.”Kalau Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak lagi mampu menyerap atau menampung curah hujan, maka bersiaplah dengan ancaman kekeringan, banjir dan tanah longsor. Kalau pencemaran sungai semakin parah, maka kita pun harus bersiap kehilangan sumber air minum. Saya yakin kita semua tidak ingin ini terjadi,” tambahnya.
Untuk diketahui, Festival Perahu Nusantara ini digelar dalam rangka peringatan Hari Juang TNI AD dan HUT Ke-71 Kodam V Brawijaya. Dengan mengambil tema kerajaan dari seluruh nusantara yang merupakan simbol kejayaan maritim Indonesia masa lalu.
Tidak hanya kerajaan-kerajaan yang ada di tanah Jawa seperti Majapahit, Mataram dan Banten. Akan tetapi, Kerajaan-kerajaan besar yang pernah berdiri di wilayah lain Nusantara seperti Sriwijaya, Kutai, Bugis, Ternate, Gowa hingga Kerajaan Malaka, juga ikut andil dalam acara itu.
Tidak heran jika ada 45 perahu hias lebih mengikuti konvoi. Juga diramaikan dengan ribuan peserta gowes sepeda hias yang berasal dari puluhan komunitas se Jawa Timur. Serta puluhan mobil Jeep Willys yang bersiap untuk melakukan konvoy dari Taman Prestasi Surabaya hingga ke Lapangan Kodam V Brawijaya.
Sebagai rangkaian dalam Hari Juang TNI AD, Gubernur Khofifah yang didampingi Pangdam V Brawijaya, Wisnoe Prasetja Boedi tersebut juga mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai perjuangan yang harus tertanam pada diri setiap masyarakat.
“Hidup memerlukan perjuangan. Setiap perjuangan butuh pengorbanan. Dan setiap pengorbanan besarlah pahalanya. Seperti halnya berjuang untuk menganggap apentingnya kelesetarian sungai dan menjaga ekosistem sungai dan hendaknya bisa menjadi budaya yang harus terus dibiasakan oleh setiap individu masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, sebagai bentuk kerjasama antara Pemprov Jatim dan Kodam V Brawijaya, telah dilakukan renovasi rumah tinggal layak huni (Rutilahu) sebanyak 20.000 unit di berbagai wilayah di Jawa Timur selama 2019. Kerjasama ini merupakan upaya bersama untuk mewujudkan Jawa Timur sejahtera, sehat dan harmoni. Haris