Jatim Menuju Satu Data

0 views

Rapat Koordinasi (Rakor) Satu Data kependudukan di Surabaya, Kamis (19/12) di hotel Grand Dafam, Surabaya. Dalam rapat yang dihadiri para pejabat undangan dan beberapah tokoh masyarakat itu, membahas tentang Administrasi kependudukan (Adminduk) sensus penduduk 2020. Agar lebih update dan lebih detail untuk bisa dijadikan referensi bersama.
Saat menghadiri rapat, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menuturkan bahwa sensus satu data yang sudah di laksanakan sejak tahun 2000 itu. Dilakukan guna dalam pengurusan surat-surat penting lainnya akan lebih mudah. Seperti halnya saat mengurus SIM, imigrasi, pembuatan paspor dan untuk keperluan perbankan pasti akan terjadi efisiensi yang luar biasa.
Khofifah berharap bahwa satu (Single) data ini dilakukan untuk memungkinkan mereduksi atau mengurangi terjadinya kriminalitas, mereduksi pembiayaan yang tidak diperlukan dan bisa membantu perencanaan tingkat presisi dengan ukuran yang tinggi.
“Jawa Timur sudah mempunyai satu data, maka referensi untuk mengurus SIM, imigrasi, pembuatan paspor dan untuk keperluan perbankan pasti akan terjadi efisiensi. Selain itu juga, intervensinya yang ingin kita lakukan dalam program-program teknis akan lebih signifikan. Sehingga, transpransi akan lebih tinggi. Sehingga korupsi bisa di cegah,” ungkapnya.
Tentu program percepatan satu data ini mempunyai makna yang luar biasa besarnya. Sebagai salah satu upaya Pemprov Jatim merapikan administrasi pemerintahan yang akan datang. Sebab sering kali karena data tidak up date, program-program pemerintah jadi tidak tepat sasaran. Salah satunya adalah bantuan kemiskinan.
“Ini merupakan pekerjaan rumah (PR) besar kita. Ketika mau mengintervensi sebuah program seperti mengentaskan kemiskinan kalau datanya tidak update, maka terkenal dengan istilah inclusion error dan exclusion error. Kita tidak bisa membanyangkan seorang perencana tidak disupport data ter update,” tegasnya.
Seringkali update nya menunggu sensus dan susenas. Padahal Inclusion error dan exclusion error bisa tejadi kapan pun. Oleh sebab itu, Khofifah mengajak semua masyarakat dan pejabat terkait untuk merasa tanggung jawab bersama. Seperti halnya meninggal dan pindah tempat tinggal serta misalnya ada kelahiran harus ada laporan.
Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan jaman. Satu data kependudukan ini bisa didaftarkan secara on line, oleh masyarakat yang mau melakukan up date secara mandiri.
Sehingga kalau sudah ter update sendiri, sumber data ini akan memiliki tingkat presisi validitas yang tinggi pula. Haris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here