HAUL JOKO SAMUDRO

322 dibaca

JOKO SAMUDERO
Lahir 7 Maulud 1365 saka/1443 M bernama Raden Paku /Kanjeng Sunan Giri

Istilah wahyu di dalam Al-Qur’an tidak hanya digunakan dalam pengertian firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi-nabi-Nya, tetapi juga digunakan dalam pengertian lain yang beragam, salah satunya berarti al-ilham al-fithri li al-insan atau ilham yang diberikan kepada manusia.

Sebagaimana Tentang kisah bayi Musa yang dihanyutkan di Sungai Nil dapat kita baca dalam surat Al-Qashash ayat 7-13.

“Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; ‘Susuilah dia. Dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (Qs Al-Qashash [28]: 7)

Yg peristiwanya Hampir sama yg telah dilakukan oleh Dewi atikah /Dewi Sekardadu istri Syekh Maulana Ishaq bin Syekh Jumadil Kubro yg menghanyutkan bayi yg baru dilahirkannya 7 Maulud 1365 saka/1443 M bernama Raden Paku ke selat bali dalam rangka menyelamatkannya dari pembunuhan bayi laki-lakinya dari perintah Ayahnya sendiri seorang Raja Blambangan “Prabu Minak sembuyu atas hasutan Patihnya yaitu Patih Bajul Segara yg membuat Prabu Minak Sembuyu tidak senang dengan kehadiran Mantunya Syeh Maulana Ishak yg telah dipercaya oleh rakyatnya sendiri dan dikwatirkan merebut singgasananya dan juga mengatakan bahwa Kelahiran bayi dari putrinya Dewi sekardadu dianggap membawa kutukan berupa wabah penyakit di wilayah Blambangan pada sa’at itu.

Akhinya Raja menyetujui keinginan patihnya, yg dipenuhi rasa khawatir dan ketakutan, kalau bayi itu lah yang akan menghancurkan kekuasaannya nanti.

Dewi Atika/Dewi sekardadu memilih untuk menghanyutkan bayinya ke Selat Bali adalah bagian ilham dari Allah SWT yg didapatkannya.

Sebenarnya Dewi Atikah /Dewi sekardadu mengalami dilema antara dua kekhawatiran.
Pertama, kalau tidak dihanyutkan khawatir puteranya akan dibunuh pasukan Blambangan yg dipimpin Patih Bajul segara ketika itu.
Kedua, kalau dihanyutkan khawatir bayinya tenggelam ke dasar selat bali Allah SWT memantapkan hati Ibu Dewi Atikah/Dewi Sekardadu, bahkan menimbulkan harapan bahwa suatu saat bayinya akan kembali kepangkuannya.

Bayi yang baru dilahirkannya itu diletakkan dalam sebuah peti. Jika dia merasa aman, bayi itu dikeluarkan untuk disusui. Jika ada tamu, atau dia khawatir ada yang melihatnya menyusui bayi, maka segeralah bayi itu dimasukkan ke dalam peti. Peti itu diletakkan di pinggir selat bali, lalu diikat ke tiang. Jika dalam keadaan mendesak, mudah baginya untuk memutuskan tali pengikat peti itu ke tiang sehingga peti akan segera hanyut. Begitulah pada suatu hari datang pasukan Blambangan yang membuat dia khawatir, maka segera bayi itu dimasukkan ke dalam peti dan talinya diputus, lalu peti itu hanyut mengikuti arus Selat bali

Peti berisi bayi Sunan Giri itu lewat di depan Kapal dagang milik Nyi Gede Pinatih. Anak Buah kapal yg bernama syekh Muhammad shobar dan Syekh Muhammad shobir melihat peti yg cahayanya sangat menyilaukan mata ditengah samudera Indonesia dan mengangkatnya ke kapal mereka,
kapal tersebut diarahkan menuju Bal karena tujuan berdangang merekai, ternyata dengan sendirinya berputar kembali ke arah Gresik. Seolah-olah bayi yang ditemukan itu harus dibawa ke Gresik secepatnya.

Dan memberi tahukan kepada pemilik kapal Nyai Gede pinatih setibanya digresik(kampung pesuson/ Kebungson Saat ini)
Para Anak buah Kapal itu tidak tahu apa yang ada dalam peti. Mereka tidak berani membukanya sebelum memberi tahu kepada Nyai Gede Pinatih. Semula mereka khawatir, tapi setelah dibuka dengan hati-hati, mereka kaget bukan kepalang karena isinya seorang bayi laki laki yang tampan membuat Nyai Gede pinatih langsung jatuh hati pada bayi tersebut untuk dijadikan anak Beliau. Disusui ,diasuh dan dididik seperti anak sendiri yg diberi Nama ” JOKO SAMUDERO” karena ditemukan ditengah samudera seorang bayi laki laki.

Keputusan Nyai Gede Pinatih untuk menjadikan bayi itu sbgai Anak sendiri adalah keputusan yang tepat. Tidak ada yang tahu bahwa bayi dalam peti itu kini sebagai Wali Allah yg berhasil mensyiarkan Agama Islam yg terkenal saat ini sebagai WALI .

Husnu Mufid