Ngerapal Mantra Mendatangkan Harta

2,983 dibaca

 

Orang Jawa kuna dulu gentur dalam laku tarak brata. Ilmu laku itu sebagai jalan menuju dan memperoleh segala sesuatu yang diinginkan. Apa itu kesaktian, derajat, kemewahan, hingga umur panjang.

Di dalam laku tarak brata, tentu dibarengi dengan mantra-mantra. Orang Jawa terkenal memiliki aneka mantra. Termasuk mantra ‘Ngirup Bondo’ alias pesugihan.

Mantra ngirup bondo, yang istilah kelaziman disebut kerezekian, banyak ragamnya. Mantra itu mengandung tuah atau mustajabah, bergantung pada orang yang mengamalkan. Seberapa ia mampu melakukan tirakat. Seperti sering diingatkan oleh Pujangga Yosodipuro, dalam tembang pangkur: Ilmu iku dadine kelawan laku. Al-Ilmu qabla amal.

Pada rubrik Ilmu Hikmah ini, kami mengulas mengenai Ilmu Ngirup Bondo. Bondo dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Bila hanya sekadar kebutuhan pangan, sandang, dan papan yang sederhana, mungkin kalau mau bersusah payah bekerja membanting tulang, tentu akan didapat. Namun, manusia sifatnya ingin bermewah-mewahan.

Dari sutruktur manusia, sebenarnya yang membutuhkan harta benda itu adalah bentuk halus atau ruhani kita, yang disebut ruh hewani, ruh nabati, dan lainnya. Sedangkan jasad kita tidak membutuhkan. Betapa tidak! Bila ditinggalkan para ruh yang ada di dalam tubuh, maka jasad kita tidak membutuhkan apa-apa, dan tak berguna karena mati.

Itulah sebabnya, karena yang membutuhkan segala kebutuhan itu ruh halus kita, maka merekalah yang mencari. Kalau kita tarak brata, sesungguhnya badan halus kita itulah yang melakukan.

 

Mantra I


Pada siang hari waktu zuhur, berdiri di tengah halaman (latar) menghadap ke timur, membaca mantra:

Sentanaku juru gedong Retna Dumilah arane, kang rumeksa gedhongku ing jagad wetan, bukaken gedhongku kang isi inten berlean lan sarupaning manik-manik, ingsun arep nganggo.

Kemudian menghadap ke selatan, membaca mantra:

Sentanaku juru gedhong bambang Bunarbuwana arane, kang rumeksa gedhong ing jagad kidul, bukaken gedhongku kang isi busana wastra sapanunggalane ingsun arep nganggo.

Pada sore hari, berbarengan Suruping srengenge (tenggelamnyamatahari) berdiri di tengah halaman (latar) menghadap ke barat sambil membaca mantra:

Sentanaku juru gedhong Nurkencana remeng arane, kang rumeksa gedhongku ing jagad kulon, bukaken gedhongku kang isi kencana mulya lan kang sarwa picis sapepake ingsun arep nganggo.

Pada tengah malam, tetap berdiri di tengah halaman menghadap ke utara, membaca mantra:

 Sentanaku juru gedhong Srikolem arane, kang rumeksa gedongku ing jagad lor, bukaken gedhongku kang isi sawarnaning pangan kang bangsa pan, palagumantung, palaka pendhem, palakasimpar, bangsaning iber-iberan, kewan belehan lan sarupane iwak loh ingsun arep bujana, ayo, ayo, ayo enggal enggal padha tumandhanga, saben Kliwon pada teka babarengan nggawa sakabehing kabutuhaningsun.

Kemudian menghadap ke angkasa sambil menyebut: bapa akasa, kemudian menghadap ke bawah sambil menyebut: ibu pertiwi, nyuwun bantu.

Untuk mengamalkan ilmu tersebut, laku tirakatnya puasa 40 hari, dengan makan hanya sekali setiap jam 12 malam. Yaitu berbuka sekaligus sahur. Tirakat dimulai pada hari Kamis Wage. Terlebih dulu mantra harus dihafalkan luar kepala. Setiap hari, dalam menjalankan puasa harus melakukan ritual tersebut. Tidurnya dilakukan setelah jam 12 malam. Tirakatnya hanya cukup 40 hari. Terasa berat memang untuk ukuran orang zaman sekarang. Namun, insya Allah apa yang diingikan terlaksana.

 

Mantra II

 

Kakang Cahyo Roh Rohani, Roh Jasmani, Roh Robbani, Rohkewani, Kaki tumekane Bopo, Bisoa. ……..(sebut apa yang diinginkan. Misal : Bisoa nekak ake donyo raja brono) Bedo apokkan Cahyo, Kun Fayakun, Ingsun Pinayungan Dining Allah.

Cara mengamalkan: Puasa mutih 21 hari, makannya hanya sekali setiap jam 12 malam. Yakni berbuka sekaligus sahur. Mulai puasa pada hari kelahiran sendiri. Mantra dibaca setiap akan berbuka sekaligus sahur.

Barang siapa yang ingin hajatnya terkabul, hendaknya bersungguh-sungguh. Cara yang kedua ini agak ringan. Yang jelas, mujarabnya sebuah doa itu bergantung seberapa berat tirakatnya. Insya Allah berkat izin Allah, apa pun yang dikehendaki akan dikabulkan tanpa ada kesulitan apa pun.

Cak: Yon N.