Sawabnya Penolak Guna- Guna

149 dibaca

Sebilah Keris Jangkung Amangkurat dapur jangkung Amangkurat miliki dua pamor sekaligus, lawe saukel dan tunggak semi. Sawab keris ini, diyakini bisa menolak guna-guna dan mengembalikan serangan musuh serta melancarkan rizeki. Tangguh  Kerajaan Hindu Pajajaran dibuat sekitar tahun 1333 dengan panjang   keris kurang lebih dua kilanan tangan orang dewasa dan sampai sekarang  pusaka langka ini menjadi buruan para pecinta tosan aji.Berikut tulisan Koko T dari posmonews.com

 Banyak tosan aji tinggalan leluhur keberadaannya terus diburu oleh pecinta tosan aji. Salah satunya karena pusaka ini miliki dua yoni sekaligus  yang sama-sama ampuhnya. Terlebih menurut data, Keris Jangkung Amangkurat termasuk keris kuno yang dibuat sekitar tahun 1333 tangguh atau dibuat pada zaman Kerajaan Hindu Pajajaran.

Dalam sejarah tosan aji Keris Jangkung Amangkurat dapur Jangkung Amangkurat ini tergolong pusaka sepuh. Ini terlihat dari tahun pembuatan serta bahan baku yang dipilihnya. Hal lain, dulunya pusaka yang satu ini kurang patut dimiliki oleh prajurit tapi harus mereka yang punya predikat sebagai panglima. Tapi seiring berjalannya waktu siapapun orangnya atau prajurit meski berkedudukan tingkat rendah di kerajaan, tak disalahkan jika memiliki pusaka Jangkung Amangkurat dapur Jangkung Amangkurat. Ini bisa saja terjadi, karena sawab yang menempel  pada sekujur bilahnya karena termasuk rasa-ras. Dalam arti banyak keistimewaan yang dimiliki oleh keris yang satu ini.

Mereka yang  berprofesi sebagai polisi maupun tentara juga pekerja lapangan juga pengusaha  atau pebisnis disinyalir cocok jika memilikinya. Itulah sebabnya sampai saat ini keberadaan pusaka yang satu ini keberadaannya terus diburu oleh mereka orang-orang yang berprofesi sebagai tersebut di atas. Namun yang terjadi, bukan perkara mudah untuk mendapatkanya. Selain tergolong langka tosan aji ini sangat susah dicari. Jamak terjadi, ada di tempat-tempat keramat seperti pekuburan, gunung ataupun di kawasan hutan yang masih wingit. Adapun cara pengambilannya, dengan cara ditarik menggunakan kekuatan spiritual dengan bermacam uborampe. Seperti kemenyan, minyak,bunga katil, bunga telon, telor ayam kampung dan sejenisnya.

Pamor Tiban

Pemerhati tosan aji menyebut, pamor yang menempel pada sekujur bilah disinyalir sebagai pamor tiban. Dimana keberadaan pamor tersebut, tidak dirancang sebelumnya oleh sang empu. Adapun gambaran dari pamor lawe saukel kondang disebut dengan benang setukel, sepintas gambarnya sangat mirip dengan benang atau bolah  yang diurai tidak karuan gulungannya, tumpang tindih tidak berautran sehingga sangat tidak nyaman kalau dilihat karena tampilannya yang tidak rapi. Simeris atau teratur.

Adapun soal bentuk atau wujud dari pamor tunggak semi ini, menyerupai garis lurus  yang tak beraturan, saling tindih satu dengan yang lain, undo usuk atau panjang pendeknya antara garis satu dengan yang lain tidaklah sama. Namun demikian tak mengurangi eksistensi dari pusaka yang satu ini. Lebel sebagai keris yang wutuh,tangguh dan sepuh masih tetap menempel kuat pada tosan aji yang satu ini.

Kemudian adanya dua pamor sekaligus yang menempel pada sekujur bilah pusaka ini, semakin mengukuhkan kalau warisan leluhur yang satu ini bukanlah tosan aji sembarangan, karena ada dua sawab sekaligus yang menempel pada sekujur bilahnya. Karena sangat jarang ada tosan aji yang memiliki dua sawab sekaligus, umumnya hanya satu. Kembali ditegaskan, bahwa pusaka ini sangat cocok atau disuka oleh mereka yang berpropesi sebagai pedagang atau para pemutar modal, karena pamor ini dianggap dapat membantu usahanya.****