MISTERI LEGENDA ALAS PURWO

265 dibaca

Baru sampai pintu gerbang Alas Purwa Aji Saka langsung menghilang, dan langsung masuk ke dimensi alam gaib sebagai salah satu penunggu Alas Purwa. Di masa itu negara yang dipimpin oleh Aji Saka sudah tidak percaya akan adanya Tuhan. Karena pada masa itu emas dan permata berlimpah yang membuat rakyat lupa diri. Aji Saka mendapatkan kitab kuno Jongko Sung Wirsoloyo.

Kitab kuno Jongko Sung Wirsoloyo adalah kitab yang menceritakan negara Shang Werdita Sangkala dari awal hingga akhir. Dan masa akhir zaman itu dipimpin oleh Aji Saka. Oleh karenanya Aji Saka bertapa dan mendapatkan wahyu Suryaloka, hanya dalam isi wahyu Suryaloka tersebut Aji Saka juga menjadi korban.

Beberapa kejadian yang menyebabkan Aji Saka hilang di Alas Purwa:

  1. Pada waktu akan masuk Alas Purwa tidak mengindahkan anjuran dari Bathara Wisnu.
  2. 2Aji Saka tidak bersih secara jiwa raga karena gaya hidup pada masa itu bergelimang harta benda, yang menyebabkan gaya hidup yang borjuis.
  3. Kadar keimanan terhadap Tuhan kurang karena berlimpahnya kebutuhan duniawi.
  4. Membuat perjanjian dengan makhluk gaib di Alas Purwa. Itulah cerita singkat mengenai Aji Saka, dan kita kembali ke cerita Alas Purwa.

Mengapa Alas Purwa disebut sangat angker? Setiap manusia datang pasti menemui ajalnya. Alas Purwa sebelum adanya kerajaan Aji Saka sudah ada, dan wilayah Alas Purwa dipimpin oleh Kala.

Sosok Kala

Kala adalah salah satu penguasa makhluk gaib yang mempunyai tugas sebagai penyebar sengkala. Kala mempunyai kerajaan yang bernama Purwakala, dan Kala adalah salah satu petugas alam,  jadi siapa pun orang atau bahkan dewa pun tidak akan bisa tembus masuk ke Purwakala. Mengapa bisa begitu? Karena di Kerajaan Purwakala terdapat dua senjata suci sebagai segel kerajaan tersebut. Adapun senjata pusaka tersebut adalah:

  1. Senjata Tombak Suci Shang Talaka

Tombak Suci Shang Talaka berbentuk segitiga runcing dengan lingkaran kecil di bawah mata tombak dan  terbungkus sinar putih yang sangat kemilau. Tombak suci Shang Talaka milik Eyang Suci Shang Hyang Sejati.

  1. Senjata Suci Shang Sung Suci

Senjata Shang Sung Suci berbentuk bulan sabit sebesar diameter semeter dan terbang melingkar-lingkar. Senjata suci tersebut dibungkus sinar putih yang sangat kemilau dan menebarkan bau yang  harum, tetapi manis di sekelilingnya. Selain itu, senjata suci tersebut juga mengeluarkan sinar putih berbentuk tali yang keluar di samping bentuk bulan sabit dan menyambar-nyambar.

  1. Senjata Berbentuk Keris Bernama Keris Raja Negara

Keris Raja Negara berbentuk seperti keris Bali. Keris Raja Negara adalah salah satu keris milik zaman Wangsa Syailendra. Pada waktu itu Wangsa Syailendra mendapatkan wahyu Tamanegara. Hampir Semua Raja di Nusantara pernah memakainya dan terakhir dipakai dan dibawa oleh Brawijaya V. Fungsi pusaka keris Raja Negara adalah bisa menjadi seorang raja sesuai dengan kodrat dan ginaris Sang Pencipta.

Jadi Alas Purwa atau yang disebut Purwakala adalah satu kerajaan suci di Tanah Jawa. Kalau ada manusia yang tidak suci masuk kerajaan tersebut, dipastikan tidak akan bisa masuk ke Alas Purwa atau Purwakala.

Asal Makhluk Halus Alas Purwa

Makhluk-makhluk halus yang tinggal di hutan tersebut dulunya adalah manusia yang pernah “nglakoni” atau “lelaku”, yaitu manusia yang mempelajari keilmuan supranatural. Manusia-manusia tersebut tidak mati, tetapi masuk ke alam gaib bersama raganya dan akhirnya tinggal di sana. Manusia seperti itu disebut “ilang mukso” atau hilang bersama raganya, yaitu masuk ke alam gaib dan hidup selama ribuan tahun di sana.

Di alam gaib mereka juga berumah tangga dan beranak-pinak seperti layaknya kehidupan di alam dunia. Bahkan, mereka terkadang sesekali masuk ke alam dunia untuk menemui seseorang, namun ia hanya bisa dilihat oleh orang yang ditemuinya, sementara orang lain tidak bisa melihatnya.

Para wanita makhluk halus penghuni Alas Purwa terkadang menikah dengan manusia biasa yang hidup di dunia. Biasanya yang menikahinya adalah pria yang suka lelaku. Setelah menikah, pria ini bisa keluar masuk ke alam gaib di Alas Purwa dan membina rumah tangga di sana.

Jika pasangan tersebut melahirkan bayi, maka anaknya akan berwujud makhluk halus dan tinggal di alam gaib Alas Purwa. Akan tetapi, mereka semua adalah manusia dan bukannya jin atau setan. Hanya mereka adalah manusia yang hidup di alam gaib dan umurnya bisa mencapai ribuan tahun.

Ada banyak perbedaan antara alam dunia dan alam gaib di Alas Purwa. Sistem penerangan di alam gaib Alas Purwa tidak menggunakan matahari, melainkan hanya cahaya terang dan sangat jernih. Segala sesuatu yang berada di kejauhan bisa terlihat dengan jelas sekali.***