Berita Utama

Berusia 50 Tahun, BBPJN Jatim-Bali Bongkar Jembatan Gondang I

▪︎ Sempat Tertunda, Kini Ditutup Total

▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali memulai pembangunan ulang Jembatan Gondang I di Kabupaten Tulungagung. Jembatan berusia lebih dari 50 tahun tersebut mulai dibongkar total dan dibangun kembali dengan struktur baru lebih kuat.

Alat-alat berat memulai membongkar aspal jembatan. Proses pembangunan ulang Jembatan Gondang I di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, resmi dimulai. Penutupan akses jalan nasional tersebut ditandai dengan operasional alat berat yang mulai membongkar struktur jembatan, Selasa (2/6/2026) pukul 14.00 WIB.

Pembangunan ulang dilakukan karena kondisi jembatan dinilai sudah tidak layak dan mengalami kerusakan serius pada sejumlah bagian konstruksi.

Pengawas lapangan BBPJN Jatim-Bali, Osky Ardianto, mengatakan pihaknya telah melakukan kajian teknis terhadap kondisi Jembatan Gondang I sejak dua tahun terakhir.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, kondisi jembatan mengalami korosi dan masuk kategori kritis sehingga harus direvitalisasi.

“Dari hasil kajian kondisi jembatan memang sudah krisis dan statusnya merah,” ujarnya.

Menurut Osky, keputusan yang diambil bukan sekadar perbaikan sebagian, melainkan pembongkaran total seluruh struktur jembatan mulai dari pondasi hingga bagian atas untuk kemudian dibangun kembali dengan konstruksi baru.

Osky menambahkan, usia jembatan yang sudah tua serta minimnya perbaikan dalam kurun waktu panjang menjadi pertimbangan utama dilaksanakannya revitalisasi.

Seperti diketahui proyek pembangunan Jembatan Gondang I sempat tertunda. Awalnya, proyek yang akan menutup akses utama Tulungagung-Trenggalek ini akan dimulai pada 25 Mei 2026 lalu. Namun dengan alasan Hari Raya Idul Adha mereka menunda penutupan jalan menjadi 29 Mei 2026. Hal itu disebabkan keterlambatan alat berat.

Kini proses pembangunan ulang Jembatan Gondang 1 di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, resmi dimulai. Penutupan akses jalan nasional tersebut ditandai dengan operasional alat berat yang mulai membongkar struktur jembatan pada Selasa (2/6/2026) pukul 14.00 WIB.

Proyek strategis bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ini menelan biaya sebesar Rp 15,9 miliar. Sedangkan pengerjaan dipercayakan pada PT Permata Alam Sakti sebagai penyedia jasa, dengan supervisi dari konsorsium PT Gunung Giri Engineering Consultant, PT Mitrapacific Consulindo Internasional, dan PT Adhiyasa Desicon.

Sementara itu Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengatakan bahwa jembatan tersebut dibongkar total dan dibangun kembali. Penutupan akses jalan ini dijadwalkan berlangsung hingga 11 Desember 2026 mendatang.

“Jembatan dibongkar total kemudian dibangun kembali. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan mereka selama periode pembangunan ini,” ujar AKP Taufik Nabila, kemarin.

Menyikapi penutupan tersebut, kepolisian telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas. Kendaraan roda enam dengan tonase tinggi dari arah Trenggalek dialihkan melalui simpang empat Durenan menuju simpang Bandung, lalu diarahkan ke simpang empat Tamanan, Tulungagung. Mekanisme serupa juga berlaku bagi kendaraan berat dari arah Kediri dan Blitar yang akan diarahkan melintasi jalur tersebut.

Sementara itu, kendaraan dari arah Mojo, Kediri, dialihkan ke timur melalui simpang tiga Ngujang hingga mencapai simpang empat Jepun, Tulungagung. Bagi pengguna kendaraan roda empat dan roda dua, tersedia jalur alternatif melalui simpang tiga Gondang menuju simpang tiga Polsek Kalangbret.

Mengantisipasi kebingungan pengguna jalan pada tahap awal penutupan, pihak kepolisian telah memasang rambu penunjuk arah di sejumlah titik strategis. Petugas gabungan juga disiagakan di lokasi pengalihan arus guna mengatur kelancaran lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.▪︎(FEND)

Related Articles

Back to top button