Program Prioritas, Kemen PU Ajukan Anggaran Rp 34 Triliun
▪︎ Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto

▪︎ JAKARTA – POSMONEWS.com,-
Guna mendukung terlaksananya sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 34,33 triliun pada APBN Tahun Anggaran (TA) 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengungkapkan tambahan anggaran itu merupakan bagian kebutuhan pendanaan sejumlah program yang sebelumnya telah disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui surat Nomor B-76/M/SDK/KM/05/2026 tanggal 21 Mei 2026.
Program yang diusulkan, meliputi pembangunan Sekolah Rakyat, pembangunan jalan daerah, pembangunan jaringan irigasi dan infrastruktur pengendali banjir, hingga rehabilitasi sekolah keagamaan atau madrasah.
Menteri PU menyatakan, kebutuhan tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk menuntaskan program-program yang menjadi instruksi Presiden pada 2026.
“Untuk menuntaskan program-program dimaksud, kebutuhan tambahan anggaran 2026 sebesar Rp 34,33 triliun. Angka ini terdiri dari kebutuhan lanjutan multi-years contract sebesar total Rp 3,35 triliun dan usulan kegiatan baru sebesar Rp 30,98 triliun,” kata Dody dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Kementerian PU mencatat kebutuhan anggaran untuk multi-years contract (MYC) mencapai Rp 3,35 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas pembangunan Sekolah Rakyat tahap II sebesar Rp 1,33 triliun, pembangunan jalan daerah sebesar Rp 1,40 triliun, serta pembangunan jaringan irigasi dan infrastruktur pengendali banjir sebesar Rp 620 miliar.
Sementara itu, kegiatan baru yang diusulkan memiliki kebutuhan anggaran Rp 30,98 triliun. Dody menyebut kebutuhan terbesar berada pada sektor irigasi daerah dan pembangunan jalan daerah.
“Sebagai informasi kebutuhan terbesar berada pada irigasi daerah sebesar Rp 14,65 triliun, kemudian revitalisasi madrasah sebesar Rp 380 miliar, Sekolah Rakyat tahap III Rp 3,95 triliun dan jalan daerah 2026 dan 2027 sebesar Rp 12 triliun,” papar dia.
Menteri Dody melaporkan progres sejumlah program yang menjadi instruksi Presiden pada 2026. Penanganan irigasi daerah yang memiliki pagu sekitar Rp 350 miliar mencatat realisasi fisik 82,73% dan keuangan 38,36% dengan target layanan 19.760 hektare.
Sementara revitalisasi madrasah dengan pagu Rp 2,48 triliun mencatat realisasi fisik 41,88% dan keuangan 33,22% dari target 856 unit. Adapun pembangunan Sekolah Rakyat yang memiliki pagu Rp 19,95 triliun telah mencapai realisasi fisik 67,50% dan keuangan 44,33% dari target 93 unit yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Di sisi lain, penanganan jalan swasembada pangan, energi, dan air di Kawasan Sentra Produksi Pangan dan Energi (Kspean) Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan pagu Rp 3,23 triliun mencatat progres fisik 12,67% dan keuangan 2,63%.
Menurut Menyeri Dody, sejumlah pekerjaan masih memerlukan percepatan pelaksanaan.
“Progres-progres ini memang masih perlu dipercepat, yaitu akses jalan, pengendalian banjir, sekolah rakyat dan jaringan irigasi di Wanam khususnya yang akan kami kawal lebih ketat dari sisi kesiapan pelaksanaan, hambatan lapangan dan kepadatan jadwal,” tegasnya.
Menteri PU menambahkan, usulan tambahan anggaran tersebut telah disampaikan kepada Menteri Keuangan dan akan diajukan melalui skema Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026.▪︎(FEND)


