Berita

Andi Susanto, Pemimpin Baru SMPN 2 Kedungpring, Lamongan

▪︎ Capai Prestasi Akademik dari Potensi Extra Unggulan Olahraga dan Seni

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Dunia pendidikan di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan berada dalam status bintang yang cemerlang, seiring hadirnya sosok-sosok muda yang menjadi nahkoda baru di lembaga pendidikan tingkat Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri.

Hal tersebut sesuai dengan SK Bupati Lamongan, H. Yuhrohnur Efendi  per tanggal 28 April 2026 telah melakukan transisi pengangkatan/ pemindahan PNS dalam jabatan Fungsional Guru dengan penugasan sebagai Kepala Sekolah (SD dan SMP, red) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Data yang dihimpun media ini, sejumlah  29 kepala sekolah yang masuk dalam transisi tersebut yakni  9 dari SMP dan 18 dari SD. Baik yang merupakan pejabat pimpinan baru atau  mutasi.

Salah satu pergantian kepala sekolah tersebut, adalah di SMPN 2 Kedungpring Lamongan yang dulu dijabat oleh Dr. Hibatun Wafiroh, S. Pd, Si, M.Pd. digantikan oleh Andi Susanto, S. Pd, M. Pd. Menjadi momentum pergantian, untuk membuka asa dan semangat baru bagi sekolah yang berlokasi di Dradahblumbang dan telah  berakreditasi serta memiliki berbagai prestasi menonjol, terutama di bidang olahraga dan seni.

Jejak digital prestasi SMP Negeri 2 Kedungpring memang cukup membanggakan. Terutama di olahraga pencak silat. Siswa-siswi di sekolah ini membawa pulang tiga medali di Kejuaraan Piala Bupati Cup Dispora 2024. Di event tersebut  para atlet pencak silat dari SMP Negeri 2 Kedungpring berhasil meraih 3 medali, yakni emas, perak dan perunggu.

Kegiatan lain yang cukup menonjol di lembaga ini adalah pengembangan karakter. Secara rutin dan berkelanjutan menggelar Spiritual Motivation Training (SMT). Kegiatan yang dirasakan sangat berguna untuk meningkatkan potensi dan mentalitas siswa.

Kini sebagai nahkoda baru Andi Susanto, melangkah bahwa torehan prestasi non akademik tersebut tetap menjadi daya tarik siswa memilih bersekolah di SMP Negeri 2 Kedungpring. Faktor tersebut menjadi salah satu pilihan, Andi Susanto tetap menggunakan program unggulan extra kurikuler yang diminati siswa.

“Menyiapkan skill siswa lebih dini sebelum di jenjang SLTA, yang memiliki motivasi dunia kerja. Jika di tingkatan itu nantinya ada program Dobel Track. Maka di sekolah ini akan kita tambah, ekstra kurikuler elektro mengingat ada bakat tenaga di sekolah yang terpendam di bidangnya, ” katanya.

Dengan segala potensi prestasi non akademik. Andi yakin akan mendorong prestasi gemilang ke depan. Yakni akan diimbangi dengan akademik yang menyertai siswanya.

“Menjadikan sekolah diminati oleh masyarakat sekitar untuk mendongkrak  SPMB. Maka, kita harus tetap bersemangat lebih baik. Dengan program yang sudah dicanangkan pimpinan sebelumnya.

Misalnya, fokus SPMB, ada kiat dengan cara bersinergi dengan Muspika, tokoh masyarakat yang ada dikawasan sekolah dan juga berkomunikasi dengan Siswa atau Alumni beserta orang tua wali murid, ” lanjutnya.

Meningkatkan kwantitas siswa tetap menjadi program penting. Namun terpampang harapan, karena  sudah ada peningkatan. Tetap mengevakuasi faktor penyebabnya, salah satunya adalah cakupan wilayah sekitar banyak sekolah pada jenjang yang sama. Kompetitor SMP Negeri dan Swasta.

“Karena itulah kita menguatkan program ini. Dengan cara bersinergi dengan Muspika dan tokoh masyarakat yang ada di kawasan sekolah Mudah-mudahan akan berjalan baik.

Dari kepemimpinan yang dulu, terhadap kendala SPMB sehingga belum quota. Dengan kiat yang ada, maka akan makin meningkat serta terpenuhinya quota, ” tegas Andi Susanto.

Terakhir, menyoal sarana dan prasarana yang menjadi bagian penting untuk mendukung aktifitas sekolah.  Melalui sambungan selulernya, Andi Susanto menjelaskan masih cukup dengan potensi yang ada. Namun sebagai kajian kewilayahan, di kawasan SMP Negeri 2 Kedungpring memiliki jenis tanah bergerak. Sehingga untuk bangunan tentunya banyak mengalami pergeseran.

“Butuh pemikiran extra untuk pondasi yang kuat jika merencanakan bangunan baru,” terang Andi.

Sedangkan program sarana transportasi siswa, di SMP Negeri 2 Kedungpring yang memberi kemudahan siswa menuju sekolah dengan mobil jemputan. Namun kendala yang harus dipikirkan, terkait mobil penjemputan itu saat ini perlu peremajaan.

Tentu masih banyak program yang dilakukan oleh Andi Susanto dalam mengemban tugasnya di SMP Negeri 2 Kedungpring. Lazimnya, kiat kepala sekolah baru sering berfokus membangun trust (kepercayaan), memahami konteks sekolah, dan melakukan perbaikan bertahap untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Mengacu pada Konsep Kepemimpinan dan pandangan para Ahli Leadership, bahwa pemimpin baru yang sukses umumnya tidak langsung merombak total, melainkan membangun fondasi kepercayaan sebelum menerapkan perubahan besar. ▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button